Sidayu, BN News – Kegiatan MATSAMA (Masa Ta’aruf Santri Madrasah) menjadi hari yang indah bagi Madrasah Aliyah Refah Islami dalam menyambut para Santri baru kelas X, Selasa, 8 Juli 2025. Untaian Visi Misi Madrasah yang disampaikan oleh ustadz KH. Farid Dhofir, Lc., M.Si menjadi penguatan bagi Santri kelas XI dan XII, serta pemahaman awal bagi Santri kelas X dalam bingkai Visi: Mencetak Ulama; Hafidh Alim Da’i.
Kegiatan dilanjutkan dengan Tour Madrasah bersama OSIM (Organisasi Siswa Intra Madrasah) MA Refah Islami guna mengenalkan lingkungan Pesantren Refah Islami, kegiatan-kegiatan interaktif seperti _ice breaking_ dan diakhiri dengan penyerahan jas almamater secara simbolis kepada Santri Baru kelas X.
Hari sebelumnya, Senin 07 Juli 2025 kegiatan MATSAMA diawali dengan Ta’aruf dan pemaparan materi Profil Madrasah oleh Ustadz Masrufin, S.Pd.I., S.Pd.
Alhamdulillah, dengan semangat ukhuwah dan rahmat Allah SWT rangkaian kegiatan MATSAMA MA Refah Islami dapat berjalan dengan lancar.
Semoga para Santri dapat beradaptasi di lingkungan baru, serta tumbuh menjadi generasi hafidh cerdas berakhlak mulia.
_Aamiin yaa rabbal ‘aalamiin_✨🤲🏻
Untuk diketahui, sebelum kegiatan MATSAMA, Senin, 7 Juli 2025 di halaman Pesantren Refah Islami, seluruh santri kelas VII sampai kelas XII tumpah ruah menyambut Upacara Perdana di tahun ajaran 2025/2026. Tidak kalah semangatnya juga para Ustadz/Ustadzah, serta seluruh Karyawan juga ikut membersamai santri.
Dengan para petugas upacara yang sudah siap memulai kegiatan tersebut, menambah khidmat acara.
Pembina Upacara, Ustadz KH Farid Dhofir, Lc., M.Si (Mudir Pondok Pesantren Refah Islami) menyampaikan dalam amanatnya akan; pentingnya menjadi manusia besar, yang ditandai dengan mengisi alam pikiran dengan gagasan dan ide untuk kemajuan di masa depan.
Para Santri, Ustadz/Ustadzah, Karyawan harus memenuhi alam pikiran dengan ide maupun gagasan. Selain itu, Pak Yai juga mengingatkan salah satu budaya di Pesantren Refah Islami, yaitu Disiplin dalam segala hal, segala kegiatan.
Amanat yang ketiga Beliau menyampaikan Pilot Project ke depan adalah pembiasaan komunikasi dalam lingkungan Pesantren Refah Islami menggunakan bahasa arab, dimulai dengan adanya *_ghurfah arabiyah_* dan didukung dengan semua asaatidzah yang mengarahkan seluruh santri untuk memulai bercakap menggunakan bahasa Arab dasar. (Tim Humas Refah Islami/Telisik Hati)
















