BN News – Kajian KITAB Ar Rasul Al Mu’allim adalah kegiatan rutin yang sudah menjadi keharusan seluruh asaatidzah dan ustadzaat Pesantren Refah Islami.
Dalam kajian hari ini memahami akan sifat tawadhu’ Nabi Muhammad SAW kepada sesama manusia, meskipun beliau adalah orang yang harusnya ditaati dan diikuti. Dikisahkan bahwa Nabi Muhammad SAW saking akrabnya dengan sesama, beliau sampai sama-sama ikut jalan-jalan ke pasar, duduk-duduk di bawah bareng.
Menunjukkan bahwa Rasulullah SAW tidak memberikan jarak dengan sesama dalam bermu’asyaroh sehari-hari.
Dalam sebuah hadits disebutkan.
“Ada seseorang datang kepada Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam lalu dia berbicara dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, maka tiba-tiba dia gemetar ketakutan”.
Dia ketakutan karena berbicara dengan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang memiliki karismatik yang luar biasa. Orang itu ketakutan ketika berbicara dengan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata kepada dia:
خفض عليك فانما انا ابن امرأة كانت تأكل القديد بمكة
“Tenangkan dirimu, aku hanyalah seorang anak dari wanita yang memakan daging yang diberi garam dan dikeringkan (makanan biasa).” (HR. Ibnu Majah). (Tim Humas Refah Islami/Telisik Hati)
















