• Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang
Sunday, February 8, 2026
  • Login
Bumi Nusantara News
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata
No Result
View All Result
Bumi Nusantara News
No Result
View All Result
Home Seni & Budaya

Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

Telisik Hati by Telisik Hati
7 February 2026
in Seni & Budaya
0
Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer
401
SHARES
401
VIEWS
WhatAppsFacebook

Tanggapan untuk tulisan Ugo Untoro: “Menelusuri Jejak Roh Yang Hilang Dalam Seni Kontemporer Kita”

Oleh Arik S. Wartono

BN News – Tulisan Ugo Untoro tentang kehilangan ruh dalam seni kontemporer kita memang menyentuh titik sensitif. Namun, narasi yang dibangunnya cenderung menyederhanakan kompleksitas seni menjadi sekadar persoalan “ketelanjangan diri” dan kehilangan kemurnian. Apakah seni benar-benar hanya tentang itu?

Untoro mengkritik seni kontemporer sebagai karya yang kehilangan denyut darah dan tetesan keringat penciptanya, seolah-olah karya seni yang baik haruslah lahir dari penderitaan dan pengorbanan yang ekstrem. Padahal, sejarah seni telah membuktikan bahwa karya-karya besar seringkali lahir dari proses yang beragam, mulai dari eksperimen, kolaborasi, hingga permainan intelektual.

Kritik Untoro juga terkesan mengabaikan konteks sosial dan budaya yang melatarbelakangi penciptaan seni. Seni kontemporer seringkali merupakan respons terhadap realitas sosial, politik, dan ekonomi yang kompleks. Apakah kita bisa menyederhanakan karya-karya yang mengkritik sistem kapitalisme, patriarki, atau kolonialisme menjadi sekadar persoalan “ketelanjangan diri”?

Lebih lanjut, Untoro juga mengkritik penggunaan teknologi dalam seni sebagai sesuatu yang dipaksakan. Padahal, teknologi telah menjadi bagian integral dari kehidupan kita dan seringkali menjadi medium yang powerful untuk mengekspresikan ide-ide baru dan inovatif. Apakah kita harus menolak penggunaan teknologi hanya karena dianggap tidak “otentik”?

Seni kontemporer memang kompleks dan beragam, dan tidak bisa direduksi menjadi satu narasi tunggal. Seni tentang eksplorasi diri, tapi juga tentang masyarakat, politik, dan budaya. Seni tentang teknologi, tapi juga tentang tradisi dan warisan. Mari kita buka diri kita untuk memahami kompleksitas seni dan tidak terjebak dalam narasi simplistik.

Jiwa dalam Antropologi Filsafat

“Pisau Bedah” Ugo Untoro tentang ‘kehilangan ruh’ dalam seni kontemporer kita memang tajam, tapi sempit, narasinya cenderung menyederhanakan kompleksitas konsep “jiwa” dan kejujuran dalam seni. Dari perspektif antropologi filsafat, “jiwa” bukanlah entitas yang statis dan dapat direduksi menjadi sekadar persoalan “ketelanjangan diri” atau kehilangan kemurnian.

Konsep “jiwa” dalam filsafat antropologi lebih terkait dengan proses dinamis dan kompleks yang melibatkan interaksi antara individu, masyarakat, dan budaya. “Jiwa” adalah produk dari proses sosialisasi, internalisasi nilai-nilai, dan pengalaman hidup yang beragam. Oleh karena itu, seni yang “berjiwa” tidak hanya tentang mengungkapkan luka atau penderitaan, tapi juga tentang mengeksplorasi kompleksitas pengalaman manusia.

Kejujuran dalam karya seni juga tidak melulu tentang “merawat luka” atau “membiarkan luka menganga”. Kejujuran dapat muncul dari eksperimen, keingintahuan yang mentah, bahkan komedi. Seni dapat menjadi medium untuk mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru, mempertanyakan asumsi-asumsi yang ada, dan menciptakan pengalaman estetika yang unik.

Pandangan Ugo Untoro tentang kejujuran dalam seni cenderung mengabaikan kompleksitas proses kreatif dan pengalaman estetika. Seni tidak hanya tentang mengungkapkan kebenaran, tapi juga tentang menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru dan memperluas batas-batas pengalaman manusia.

Perspektif Alternatif: Kejujuran dalam Seni

Kejujuran dalam seni dapat muncul dari berbagai pintu, seperti:

– Eksperimen: Mencoba hal-hal baru dan mempertanyakan asumsi-asumsi yang ada.
– Keingintahuan yang mentah: Mengeksplorasi kemungkinan-kemungkinan baru dan mempertanyakan apa yang sudah diketahui.
– Komedi: Menggunakan humor dan ironi untuk mempertanyakan kebenaran dan menciptakan pengalaman estetika yang unik.
– Kolaborasi: Bekerja sama dengan orang lain untuk menciptakan sesuatu yang baru dan unik.

Dengan demikian, kejujuran dalam seni tidak hanya tentang mengungkapkan kebenaran, tapi juga tentang menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru dan memperluas batas-batas pengalaman manusia. [*]

Surabaya, 7 Februari 2026

 

Berikut tulisan Ugo Untoro

Menelusuri Jejak Roh yang Hilang dalam Seni Kontemporer Kita

Oleh: Ugo Untoro

Belakangan ini, ada perasaan ganjil saat kita melangkah di antara deretan karya seni kontemporer di galeri-galeri besar.

Secara visual, semuanya tampak memukau—megah, canggih, dan sangat “fotogenik”. Namun, ada sebuah pertanyaan yang terus mengusik di balik keindahan itu: ke mana perginya ruhnya?

Mengapa karya-karya ini terasa dingin, seolah kehilangan denyut darah dan tetesan keringat dari penciptanya?

Mungkin semua bermula dari euforia kita terhadap teknologi. Kita sedang berada di masa di mana pemakaian teknologi dalam seni sering kali terasa dipaksakan. Sesuatu yang sebenarnya tidak perlu, mendadak “diperlu-perlukan” hanya agar karya tersebut terlihat mutakhir atau tidak ketinggalan zaman.

Padahal, tanpa substansi yang kuat, teknologi hanyalah bungkus kosong yang gagal menyampaikan pesan jiwa.

Kelesuan spiritual ini diperparah oleh cara kita memahami kontemporeritas itu sendiri. Banyak perupa yang terjebak pada kulit luar; mereka “menjual” isu-isu besar seperti eksotisme kekerasan, kekuasaan, lingkungan, hingga feminisme hanya karena hal itu sedang menjadi tren di pasar global.

Ada beban ketakutan kolektif untuk menggali wilayah personal yang lebih dalam. Kita takut dibilang jelek, takut tidak laku, atau takut dianggap tidak relevan dengan tren yang sedang naik daun.

Padahal, esensi seni sejati adalah keberanian untuk menelanjangi diri sendiri dan mengeluarkan apa yang benar-benar kita punya, tanpa peduli label pasar.

Lebih menyedihkan lagi, kita kehilangan “spirit anak-anak” dalam berkarya. Keasyikan bermain dan kemurnian batin dalam menciptakan sesuatu kini mulai terkikis oleh tuntutan jam tayang dan jadwal pameran yang padat.

Seni tidak lagi menjadi ruang meditasi atau taman bermain, melainkan sebuah pabrik produksi.

Ironisnya, sistem pendukung seni kita pun ikut terseret dalam arus ini. Para pengamat, penulis, kurator, hingga galeri cenderung bermain aman. Mereka hanya memberikan perhatian pada karya yang sedang tren dan menjanjikan keuntungan finansial.

Alih-alih bersusah payah melakukan riset mendalam atau mencari permata yang tersembunyi, banyak dari mereka yang cukup “mendengar” siapa dan apa yang sedang menghasilkan banyak rupiah.

Jika ditambah dengan kurikulum pendidikan seni yang semakin meminggirkan penggodokan karakter, maka lengkaplah sudah resep kehampaan ini.

Pada akhirnya, panggung seni kita dipenuhi oleh eksplorasi media yang luar biasa, di mana siapa pun bisa menjadi perupa dan apa pun bisa disebut seni. Namun, tanpa jiwa, tanpa darah, dan tanpa keringat, semua itu hanyalah benda mati.

Kita mungkin akan berpapasan di ruang pamer, saling melempar senyum tipis, lalu berbisik, “Oh, artistik sekali karyamu…” sembari menyimpan tawa getir atas hilangnya nyawa di balik kanvas dan instalasi megah itu.

2026

sumber:
FB Ugo Untoro

Previous Post

Industri Makin Kompetitif, PT. Dharma Graha Utama Perkuat Fondasi Bisnis di Tahun 2026

Next Post

Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

Telisik Hati

Telisik Hati

Next Post
Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu "Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak" Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recent News

Seminar di Surabaya, Sekjen Kemenag RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah 

Seminar di Surabaya, Sekjen Kemenag RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah 

7 February 2026
Alhamdulillah !! Santri Refah Islami Moh. Haidar Nawa Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Olimpiade PAI se-Karesidenan di UNISDA Lamongan

Alhamdulillah !! Santri Refah Islami Moh. Haidar Nawa Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Olimpiade PAI se-Karesidenan di UNISDA Lamongan

7 February 2026
Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

7 February 2026
Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

7 February 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

Resmi Dikukuhkan UNESA, S Hariyanto Jadi Kepala Dinas Pendidikan Pertama di Kabupaten Gresik Bergelar Doktor Predikat Cumlaude

20 January 2025
Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

Cari Rumput, Warga Masangan Temukan Kerangka Manusia di Area Bukit Jamur Bungah

3 January 2025
Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

Subhanallah, Ribuan Pentakziah Menjadi Saksi Langit Mendadak Mendung Saat Prosesi Pemakaman Pemangku Pondok Al Ishlah Bungah KH Ahmad Thohawi Hadin

14 September 2023
Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

Kapolres Gresik Gempur Judi Online, Belasan Pelaku Berhasil Diamankan Tanpa Perlawanan !!

13 December 2024
IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

IKHTIAR BASMI PANDEMI! MONGGO BERJEMUR DI WISATA SETIGI SEKALIGUS VAKSINASI GRATIS‼️

3
Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

Perempuan Tangguh Wabup Ning Min Hadiri Silaturahim & Temu NU se-Dunia di Mekkah Saudi Arabia

2
Bantu 25 Anak Yatim Piatu Korban Covid, Wabup Bu Min Teringat Suaminya Meninggal Saat Anak-Anaknya Masih Kecil

Bantu 25 Anak Yatim Piatu Korban Covid, Wabup Bu Min Teringat Suaminya Meninggal Saat Anak-Anaknya Masih Kecil

1
PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

PROGRAM TERNAK DESA SEJAHTERA NH ZAKATKITA MEMBAWA BERKAH BAGI KAUM DHUAFA

1
Seminar di Surabaya, Sekjen Kemenag RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah 

Seminar di Surabaya, Sekjen Kemenag RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah 

7 February 2026
Alhamdulillah !! Santri Refah Islami Moh. Haidar Nawa Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Olimpiade PAI se-Karesidenan di UNISDA Lamongan

Alhamdulillah !! Santri Refah Islami Moh. Haidar Nawa Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Olimpiade PAI se-Karesidenan di UNISDA Lamongan

7 February 2026
Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

7 February 2026
Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

7 February 2026
Seminar di Surabaya, Sekjen Kemenag RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah 

Seminar di Surabaya, Sekjen Kemenag RI Dorong Penguatan Tata Kelola dan Kesejahteraan Guru Madrasah 

7 February 2026
Alhamdulillah !! Santri Refah Islami Moh. Haidar Nawa Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Olimpiade PAI se-Karesidenan di UNISDA Lamongan

Alhamdulillah !! Santri Refah Islami Moh. Haidar Nawa Ukir Prestasi Gemilang di Ajang Olimpiade PAI se-Karesidenan di UNISDA Lamongan

7 February 2026
Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

Seru !! Diskusi Lintas Disiplin Ilmu “Arsitektur, Seni Rupa dan Psikologi Perkembangan Anak” Pungkasi Pameran Tunggal Samurai Jalu

7 February 2026
Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

Membongkar Narasi Simplistik tentang Seni Kontemporer

7 February 2026
Industri Makin Kompetitif, PT. Dharma Graha Utama Perkuat Fondasi Bisnis di Tahun 2026

Industri Makin Kompetitif, PT. Dharma Graha Utama Perkuat Fondasi Bisnis di Tahun 2026

7 February 2026
Tak Kenal Lelah, Babinsa Kedamean Turun Langsung Bantu Perbaikan Drainase Desa Tulung

Tak Kenal Lelah, Babinsa Kedamean Turun Langsung Bantu Perbaikan Drainase Desa Tulung

7 February 2026

Bumi Nusantara News

© 2023 Buminusantaranews.com.

Navigate Site

  • Beranda
  • Hubungi Kami
  • Info Iklan
  • Kode Etik Jurnalistik 
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • Tentang

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Birokrasi
  • Pendidikan
  • Sosial Budaya
  • Kesehatan
  • Sosial Politik
  • Serba Serbi
  • Potret Desa
  • Seni & Budaya
  • Wisata

© 2023 Buminusantaranews.com.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In