Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Desa Lasem yang terletak di pantai Utara (Pantura) pulau jawa di Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, rupanya menyimpan banyak situs peninggalan sejarah.
Banyak arkeolog dan sejarawan yang mengunjungi desa ini untuk melakukan penelitian menggali peninggalan peradaban kehidupan ratusan tahun silam ini.
Salah satu situs peninggalan tersebut adalah sebuah makam tua keramat yang kerap diziarahi oleh masyarakat, karena diyakini sebagai makam Waliyullah.
Dari pantuan, makam tersebut masih sangat terawat. Dan kondisi sekarang terlihat dikelilingi makam umum desa setempat.
Kepala Desa Lasem, Khoiri, menceritakan, jika makam tersebut adalah seorang tokoh yang disegani oleh masyarakat pantura kala itu. Namanya, Mbah Ajeg.
Sosok Mbah Ajeg ini kata, Khoiri, punya kharisma dan cukup berwibawa karena wawasan ilmunya yang luas dan dikenal sangat baik di masyarakat.
Dari cerita yang dituturkan oleh pendahulunya, Mbah Ajeg ini berasal dari kerajaan Majapahit yang ditugaskan untuk menarik pajak sekaligus menyebarkan Islam di wilayah Pantura Gresik.
“Ceritanya, dulu ada seorang bangsawan dari kerajaan Majapahit narik pajak di wilayah pantura. Kemudian beliau bermukim di wilayah Desa Lasem, sambil menyebarkan agama Islam diwilayah sini,” tutur Khoiri, Jumat (1/9/2023).
Dia juga menceritakan, tidak jarang makam tersebut menjadi tujuan peziarah yang ingin mendapatkan berkah dari kewalian tokoh tersebut. “Biasanya didatangi peziarah dari Lasem dan luar Lasem. Ada yang juga dari luar kota,” jelasnya.
Bahkan Pria yang alumnus Ponpes Ihyaul Ulum, Dukun, Gresik ini menuturkan, jika makam tersebut pernah diziarahi oleh, KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur sebelum menjadi presiden RI di tahun 1999.
“Saya mendengar dari masyarakat, sebelum beliau (Gus Dur red-) menjadi presiden pernah ziarah ke makam sini,” beber Khoiri.
Lebih lanjut, Kades bercerita, saat itu, Gus Dur sempat kesasar ke Kecamatan Lasem Jawa Tengah. Namun akhirnya cucu pendiri NU tersebut mendapat isyarat lagi, jika Lasem tersebut berada di Kabupaten Gresik dan akhirnya menemukan makam yang dimaksud.
“Waktu itu beliaunya sempat kesasar di Lasem Jawa Tengah sana. Dikiranya disana makamnya. Lama-lama akhirnya menemukan Lasem Gresik. Lasem Gresik gak ada lagi, kalau gak di sini!,” tambahnya.
Perlu diketahui, Gus Dur di masa hidupnya memang dikenal sering berkunjung ke makam-makam para Wali Allah. Bahkan sering mengunjungi makam-makam yang tidak dikenal orang, bahkan di tempat yang juah dari penduduk.
Selain, Gus Dur, ada mantan Bupati Gresik, sekaligus Ulama NU, KH Robbach Ma’sum juga pernah menziarahi makam tersebut.
“KH Robbach Ma’sum sebelum beliau mencalonkan jadi Bupati itu ziarah ke sini. Untuk periode pertama beliau juga ziarah ke sini jam 12 malam, kemudian untuk periode kedua, beliau juga ziarah ke sini,” jelasnya.
Khoiri berharap, banyaknya ulama besar yang pernah mengunjungi makam tersebut, warganya memperoleh barokahnya.
“Mudah mudahan dengan barokahnya poro Yai yang datang ke sini, warga juga ada barokahnya,” harapnya.
Sementara terkait dengan perawatan dan pembangunan makam tersebut, Pemerintah Desa (Pemdes)-nya berkomitmen, akan terus merawat makam tersebut.
Akan tetapi untuk membangun, Ia masih terkendala regulasi, karena kawasannya termasuk ke dalam situs cagar budaya yang tidak boleh direnovasi sembarangan.
“Makam ini oleh pemerintah Desa dirawat tapi tidak boleh dibangun permanen. Sebenarnya dari desa itu ada untuk rencana pembangunan, tetapi yang ada nilai sejarahnya itu tidak boleh disentuh oleh pemerintah. Khawatir nanti hilang sejarahnya. Jadi disuruh membiarkan seperti itu,” tandasnya.
Kades Khoiri berharap, ke depan, wilayahnya bisa dijadikan obyek wisata religi dan edukasi sejarah. Karena selain terdapat makam tua, juga ada situs kuno yang masih terjaga keasliannya. Ditambah lagi terdapat wahana wisata kolam renang yang dibangun Pemdes setempat.
“Memang rencana kami dari pemerintah desa itu punya gambaran ingin dijadikan wisata religi, andaikata ada kolam renang kemudian terintegrasi dengan edukasi wisata religi. Alangkah makmurnya desa ini. Ada rencana seperti itu. Mudah mudahan terwujud,” pungkasnya. (Didik Hendri Telisik Hati)














