Penulis: Ridwan/Telisik Hati
BN News.com – UPT Puskesmas Dapet dan UPT Puskesmas Balongpanggang Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gresik menggelar Sosialisasi Penyakit Tidak Menular (PTM) untuk Lintas Sektor, tingkat Kecamatan yang dilaksanakan di Aula kantor Kecamatan Balongpanggang, Selasa !25/10/2022).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh muspika Kecamatan Balongpanggang, Camat Balongpanggang, M.Amri dengan didampingi Kapolsek AKP M. Zainudin dan Koramil Kecamatan Balongpanggang, serta diikuti oleh seluruh Kepala Desa (Kades), Sekretaris Desa (Sekdes) se-Kecamatan Balongpanggang dan juga tokoh agama.

Dalam kegiatan sosialisasi ini, sebagai narasumber, yaitu Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Gresik dr. Puspitasari Whardani dengan didamping Analis Penyakit Tidak Menular dari Dinkes Kabupaten Gresik Rizal Ghithrif, S.Kep.Ns., M.Epid.
Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah penyakit yang bukan disebabkan oleh infeksi kuman. Yang termasuk kategori PTM ini diantaranya adalah stroke, penyakit jantung koroner, kanker, diabetes melitus, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan gangguan akibat kecelakaan dan tindak kekerasan untuk itu didesa harus ada Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu ).

Analis PTM dari Dinkes Kabupaten Gresik , Rizal Ghithrif, S.Kep. Ns., M. Epid. mengatakan, bahwasanya adanya dukungan dari Forkompimcam Balongpanggang terkait kegiatan skrining faktor resiko penyakit tidak menular (PTM) di Posbindu PTM bisa berjalan dengan baik dan masyarakat di wilayah Kecamatan Balongpanggang ini juga sudah sadar akan pentingnya tindakan pencegahan akan terjadinya PTM.
Dalam kesempatan ini Camat Balongpanggang M.Amri mengatakan bahwa dengan melalui kegiatan sosialisasi PTM ini semoga bisa memberikan pencerahan dan pengetahuan kepada seluruh kades maupun instansi yang hadir agar mampu dan gerak cepat menanggapi faktor resiko Penyakit Tidak Menular (PTM) maupun yang disebabkan Lanjut Usia (Lansia) dan juga diharapkan para kades mau dan mampu bergerak mandiri hidup sehat baik sebagai individu maupun untuk warganya melalui good will dalam penyelenggaraan pemdesnya masing-masing.
“Kami juga berharap untuk posbindu yang ada di desa dapat dilakukan peningkatan kualitasnya dari segi sarana prasarana, dukungan sumber daya manusia (SDM), terutama utama untuk pos pembiayaannya dan mengingat saat ini adalah akhir pnyusunan APBDES agar hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan desa maupun peningkatan kualitas SDM utamanya ibu dan anak harus mendapatkan perhatian dan prioritas terhadap pos pembiyaannya,” ungkap Amri. (Ridwan/Telisik Hati)















