Penulis: Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Pengembangan karakter peserta didik di MIN (Madrasah Ibtidaiyah Negeri) 1 Gresik dapat dilakukan dengan membiasakan perilaku positif tertentu dalam kehidupan sehari-hari, tujuannya untuk membiasakan peserta didik agar terbiasa melakukan sesuatu dengan baik tanpa menunggu perintah dari guru ataupun orang tuanya.

Pembiasaan merupakan proses pembentukan sikap dan perilaku yang relatif menetap dan bersifat otomatis melalui proses pembelajaran yang berulang-ulang, baik dilakukan secara bersama-sama ataupun sendiri-sendiri.
Hal tersebut juga akan menghasilkan suatu kompetensi. Pengembangan karakter melalui pembiasaan ini dapat dilakukan secara terjadwal atau tidak terjadwal baik di dalam maupun di luar kelas. Kegiatan pembiasaan di madrasah terdiri atas Kegiatan Rutin, Spontan, Terprogram dan Keteladanan.

Upaya dalam membentuk karakter peserta didik, salah satu kegiatan pembiasaan yang dilaksanakan di MIN 1 Gresik ini adalah kegiatan rutin setiap satu bulan sekali yang dikemas berupa sholat dhuha berjamaah, istighotsah, pembacaan surat yasin, tahlil dan ditutup dengan doa.
Kepala MIN 1 Gresik H Santiaji, M.Pd mengatakan, melalui kerja sama antara MIN 1 Gresik dengan Pengurus Takmir Masjid Besar Darussalam Kedamean, sehingga kegiatan ini dapat diselenggarakan di luar kelas yang bertempat di Masjid Besar Darussalam Kedamean.

Bapak/Ibu guru mengharapkan penyelenggaraan istighosah ini dapat membuat pelajar merasa tenang dan tenteram secara psikologis, sehingga dapat mengikuti kegiatan pembelajaran di madrasah dengan baik.
Selain itu, kegiatan ini juga berguna untuk memupuk iman dengan keyakinan melalui setiap lantunan bacaan zikir di dalam istighosah. Kegiatan tersebut juga menjadikan suasana madrasah tidak jauh berbeda dari nuansa pondok pesantren.
“Peserta didik MIN 1 Gresik sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Mereka khusyuk dalam sholat dhuha berjamaah, istighotsah, pembacaan yasin dan doa, dengan harapan dapat memperkuat mental spiritual mereka, sehingga mereka menjadi generasi penerus bangsa yang hebat serta berakhlakul karimah,” pungkas Santiaji. (Didik Hendri Telisik Hati)
















