Penulis: Mbah Singo/Telisik Hati
BN News.com – Pena Hidup menuliskan segala sesuatu yang tertangkap oleh indra manusia, dengan bashor maupun bashiroh. Iqra’ bacalah pada surat Al Alaq, perintah membaca pada wahyu yang pertama kenapa demikian?

Sebab membaca adalah gerbang ilmu pengetahuan, tanpanya kita tidak tidak mungkin bisa mengetahui apa yang hrs kita kerjakan, terutama dlm hal beribadah.
Perintah membaca dalam Wahyu pertama tersebut tidak berdiri sendiri, perintah ini diikuti pena sebagai perantara, memberikan arti dengan pena apa apa yang bisa tercatat terdokumentasikan sehingga memudahkan manusia dari belahan bumi yang lain atau dari waktu ke waktu bisa mengetahui sebuah peristiwa lantaran seorang penulis yang menulis dengan menggunakan perantarannya.

“Oleh sebab itu, membaca dan menulis menjadi bagian terpenting membangun sebuah peradaban mulai zaman keNabian hingga akhir zaman,” ungkap Mbah Singo, Ahad (20/11)2022).
Begitu pentingnya menulis hingga Allah SWT bersumpah dengan menyebut PENA pada wahyu yang ke-3 surat yang diberi nama Pena. “Nun, demi pena dan apa yang mereka goreskan”.
Sebuah Sumpah pertama Allah dalam kitab suci Al-Quran setelah wahyu pertama turun yang berisi perintah membaca. Ini adalah isyarat bahwa membaca dan menulis adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan juga mengisyaratkan Keduanya mempunyai kedudukan yang sangat istimewa di sisi Tuhan. Wallahu A’lam. (Mbah Singo/Telisik Hati)
















