Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Gresik menggelar uji kelayakan dan kepatutan (UKK) terhadap bakal calon legislatif (Bacaleg) yang bakal maju dalam kontestasi pemilu 2024, di Kantor DPC PKB Gresik Graha Gusdur, Jalan RA. Kartini 162 Gresik, Minggu (26/2/2023).

Uji kelayakan dan kepatutan tersebut merupakan tahapan penyaringan bacaleg, sebelum ditetapkan menjadi calon legislatif (Caleg). Dalam UKK, setidaknya ada 3 unsur penguji, yakni akademisi, ulama, dan dari unsur internal partai.
Ketua DPC PKB Gresik H Much Abdul Qodir, S.Pd.I mengatakan, uji kelayakan dan kepatutan dilakukan untuk memastikan para bacaleg yang telah mendaftar baik petahana yang akan running maupun para pendatang baru memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup dalam menghadapi pemilu legislatif (Pileg) tahun 2024. Selain itu juga untuk menjajaki potensi yang dimiliki para bacaleg yang akan diusung.

“UKK ini untuk memastikan bahwasannya Bacaleg yang terpilih dalam Pemilu 2024 nantinya saat menjadi anggota legislatif bisa memiliki gagasan atau ide yang tertuju kepada kepentingan rakyat dan bukan hanya sekadar duduk manis saja di gedung parlemen,” kata Cak Qodir sapaan akrab Ketua DPC PKB Gresik usai pembukaan Uji Kelayakan dan Kepatutan.
Cak Qodir menambahkan, ada sekitar 70 orang yang telah mendaftarkan diri sebagai Bacaleg. Baik yang daftar melalui aplikasi online maupun datang langsung ke Kantor DPC PKB Gresik.

“Sistem pendaftaran bacaleg yang kita lakukan ada dua metode, manual atau mendaftar langsung ke Kantor DPC dan juga online,” tuturnya. Dari 70 lebih bacaleg yang telah mendaftar, tentunya akan diseleksi secara bertahap melalui UKK ini.
Baik itu bacaleg incumbent (petahana) maupun newcommers (pendatang baru) untuk memastikan kualitas dan kuantitasnya. Menjawab terkait target perolehan kursi parlemen pada Pemilu 2024, politisi asal Gresik Selatan ini menegaskan pihaknya memasang target realistis tidak bermuluk-muluk.

“Target kita realistis saja, dari 13 kursi menjadi 16 kursi. Hitungan ini, berdasarkan basis massa riil PKB yang tersebar di wilayah Kabupaten Gresik. Karena PKB partainya orang NU, kami optimis target ini bisa tercapai dengan maksimal,” tandas Cak Qodir yang juga Ketua DPRD Gresik ini.
Waktu UKK ini dibagi dalam 2 tahap, Tahap pertama dilakukan pada hari Minggu dan tahap berikutnya pada Senin (27/2) besok. Dalam UKK tersebut ada 3 unsur penting yang dinilai, yakni visi-misi para bacaleg, pengetahuan tentang partai sekaligus pemahaman mabda’ siyasi (pondasi politik, red) partai, serta profesionalisme sebagai penunjang mereka sebagai calon anggota legislator.

“Untuk itu, penguji kita datangkan 3 unsur juga, meliputi ulama, profesional, dan akademisi. Kemudian ada juga politisi yang menguji. Total terdapat 16 penguji yang akan melaksanakan kegiatan UKK ini,” beber Cak Qodir.

Adapun 16 Penguji UKK dalam upaya meraih 16 Kursi DPRD Gresik pada Pemilu 2024, yaitu:
1. Dr. KH. Moh. Qosim, M.Si
2. KH. Muhammad Ilman Zuhri
3. KH. M. Maimun Zein, S.Ag
4. K. Amrullah
5. H. Much. Abdul Qodir, S.Pd.I
6. K. Nafisul Athok, M.Ag
7. KH. Moh. Chusnan Ali
8. KH. Masluch Al Fanani
9. Drs. KH. Moh. Sholihan
10. Prof. Dr. H. Aswadi, M.Ag
11. Ir. H. Ahmad Nadlir
12. Prof. Dr. Hj. Evi Fatimatur R, M.Ag
13. Dr. Abdul Chalik
14. Dr. Sulanam, M.Pd
15. Dr. H. Syaifuddin, M.Pd.I
16. Alimin Al Ayubbi, SH, M.Hum (Didik Hendri Telisik Hati)
















