BN News – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur (Kanwil Kemenag Jawa Timur), Akhmad Sruji Bahtiar, mengingatkan seluruh pegawai untuk tidak melupakan jasa dan perjuangan para pendahulu yang telah membangun Kementerian Agama khususnya di Kanwil Jawa Timur. Ia menegaskan bahwa berbagai capaian dan fasilitas yang dinikmati saat ini tidak terlepas dari kerja keras serta pengabdian panjang para pemimpin dan pegawai sebelumnya.
“Jangan sekali-kali melupakan masa lalu. Kita tidak akan sampai pada titik sekarang tanpa perjuangan para pendahulu. Sebagai bentuk penghormatan, kita yang saat ini mengabdi di Kementerian Agama harus mampu melanjutkan bahkan meningkatkan capaian yang telah dirintis sebelumnya,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur saat memberikan sambutan pada kegiatan resepsi usai pelaksanaan Upacara Peringatan Hari Amal Bhakti (HAB) Kementerian Agama ke-80, Sabtu (3/1).
Pada momentum tersebut, Akhmad Sruji Bahtiar juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para purna bakti yang berkenan hadir. Kehadiran para purna bakti Kepala serta pejabat eselon III Kanwil Kemenag Jawa Timur menjadi simbol kesinambungan pengabdian dan nilai-nilai keteladanan di lingkungan Kementerian Agama.
Mewakili para purna bakti, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur periode 2010–2014, Sudjak, menyampaikan kesan dan pesan. Ia mengapresiasi perkembangan positif Kementerian Agama dan Kanwil Kemenag Jawa Timur yang dinilai memiliki citra semakin baik dan kinerja yang semakin luar biasa.
“Kondisi ini patut disyukuri dan dijaga bersama. Mari kita rawat instansi yang kita banggakan ini dengan kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas, kerja berkualitas, kerja berintegritas, kerja bersinergi, dan kerja tuntas,” pesannya.
Selain itu, Akhmad Sruji Bahtiar juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh ASN yang telah melaksanakan upacara peringatan HAB ke-80 dengan khidmat setelah melalui beberapa kali latihan.
Ia turut menyampaikan bahwa sepanjang tahun ini Kanwil Kemenag Jawa Timur berhasil meraih sejumlah penghargaan, khususnya di bidang layanan.
Salah satu capaian tersebut adalah penghargaan dari Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam terkait pengelolaan wakaf. Ia menegaskan bahwa wakaf merupakan instrumen strategis dalam membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial.
“Masalah masyarakat dapat diselesaikan oleh masyarakat melalui wakaf. Ini bagian dari ikhtiar kita membantu negara,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa wakaf uang pada hakikatnya merupakan titipan dari Allah SWT. Oleh karena itu, harta tersebut sebaiknya dikembalikan di jalan Allah sebelum diambil kembali oleh-Nya, karena ketika telah diambil, sebanyak apa pun yang ditinggalkan tidak lagi memiliki nilai.
Pada kegiatan ini, Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur juga menerima penghargaan pertama di awal tahun 2026 dari Badan Wakaf Indonesia (BWI) Provinsi Jawa Timur sebagai Panglima Wakaf Uang. Penghargaan tersebut diberikan atas keberhasilannya menggerakkan masyarakat dan pegawai di lingkungan satuan kerja Provinsi Jawa Timur untuk berwakaf, dengan total penghimpunan mencapai Rp10 miliar dalam waktu kurang dari satu bulan sejak diluncurkan.
Resepsi HAB ke-80 di Kanwil Kemenag Jawa Timur turut dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni budaya, antara lain Reog Ponorogo dari MTsN 6 Ponorogo, Tari Remo dari MTsN 1 Surabaya, serta Tari Gandrung yang dibawakan secara kolaboratif oleh beberapa madrasah di Kabupaten Banyuwangi
Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan piala dan piagam secara simbolis kepada para pemenang lomba olahraga dalam rangka HAB Kemenag, meliputi tenis meja, tenis lapangan, dan bulu tangkis yang diselenggarakan di masing-masing wilayah kerja.
Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara HAB Kanwil Kemenag Jawa Timur, Aries Papudi, yang juga menjabat sebagai Pembimbing Masyarakat Katolik, menyampaikan laporan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa peringatan HAB ke-80 diawali dengan berbagai rangkaian kegiatan yang memiliki nilai kebermanfaatan, termasuk perlombaan yang bertujuan memacu semangat ASN agar terus meningkatkan kinerja dan memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















