GRESIK, BN News – Sebuah babak baru dalam perjalanan peningkatan kualitas pendidikan Kabupaten Gresik resmi dimulai. Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik Periode 2026–2031, yang diketuai oleh Dr. KH Sururi, S.Ag., M.Ag., secara resmi dikukuhkan oleh Bupati Gresik H. Fandi Akhmad Yani di Aula Putri Cempo Kantor Bupati Gresik, Senin (28/9/2026).
Acara pengukuhan ini menjadi tonggak penting: menegaskan bahwa pendidikan bukan sekadar urusan pemerintah, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat.
Berikut Susunan Lengkap Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik Periode 2026-2031 berdasarkan Keputusan Bupati Gresik Nomor: 100.3.3.2/382 /HK/437.12/2026 Tentang Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik.
1. Pengarah 1 Bupati Gresik.
2. Pengarah Ⅱ Wakil Bupati Gresik.
3. Pengarah Ⅲ Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik.
4. Pengarah IV Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik.
5. Ketua Dr. KH. Sururi, S.Ag., M.M., (Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama Gresik).
6. Sekretaris Drs. H. Saiful Kirom,vM.M.,l (Yayasan Pendidikan Islam).
7. Bendahara Dr. A. Syifaul Qulub, S.Ag., M.E.i.,(Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik).
8. Anggota
a. H. Mabrur Ajmain, S.Ag., M.M.,(Lembaga Pendidikan Maarif Nahdlatul Ulama Gresik);
b. Dr. Noor Amiruddin, M.Pd.I., (Pendidikan Dasar dan Menengah Muhammadiyah Gresik);
c. Drs. Sutrisno, M.Pd., (Persatuan Guru Republik Indonesia Gresik);
d. Dra. Sujiati, M.M., (Pengawas Sekolah Gresik);
e. Drs. H. Fauzi, M.Pd., (Dunia Usaha/Dunia Industri di Gresik);
f. Drs. H. Nur Cholis, (Perguruan Tinggi di Gresik);
g. Dra. Suhartini, M.Pd., (Tokoh Perempuan di Gresik); dan
h. Dr. M. Arfan Muammar, M.Pd.I., (Wakil Muhammadiyah).
“Dewan Pendidikan ini menjadi bagian penting dalam upaya kita meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Gresik. Kita ingin guru-guru semakin berkualitas, begitu juga dengan anak-anak kita,” kata Bupati Gus Yani.
Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan perlu diarahkan pada kemampuan akademik sekaligus pembentukan karakter. Anak-anak Gresik diharapkan memiliki kemampuan bahasa asing dan matematika yang kuat, tanpa kehilangan akar budaya lokal.
“Gresik ini kota santri. Karena itu harus kokoh spiritualnya, tetapi juga tetap jago matematika, jago bahasa. Ini menjadi tantangan dan pekerjaan rumah kita bersama,” ujarnya.
Bupati berharap Dewan Pendidikan dapat menjadi mitra pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan dalam membahas berbagai persoalan pendidikan. Komposisi anggota yang berasal dari sejumlah unsur dinilai dapat memperkaya sudut pandang dalam merumuskan solusi.
“Ini PR Dewan Pendidikan yang bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, DPRD dan berbagai pihak. Kita perlu duduk bersama untuk melihat apa yang paling dibutuhkan pendidikan Gresik,” katanya.
Salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian adalah memastikan setiap anak tetap memperoleh kesempatan untuk belajar. Pemkab Gresik telah menyiapkan sejumlah strategi, salah satunya melalui program Jaketku (Kejar Paketku) untuk menjangkau anak yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
Selain itu, pemerintah juga terus menjaga dukungan terhadap program prioritas pendidikan di tengah kondisi fiskal daerah yang menuntut efisiensi. Fandi mengatakan BOSDA dan insentif guru, mulai dari PAUD hingga TK, masih diupayakan tetap terjaga hingga 2027.
“Di tengah efisiensi TKD, kita harus menentukan mana yang benar-benar super prioritas. Belanja yang bisa dikurangi kita kurangi, sehingga anggaran tetap bisa diarahkan ke hal-hal yang menjadi prioritas, termasuk pendidikan,” ujarnya.
Menurut Bupati Gus Yani, peningkatan kualitas pendidikan juga perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan sarana dan prasarana. Jika kebutuhan sekolah negeri dapat ditopang melalui APBD, pemerintah bersama Dewan Pendidikan perlu mendiskusikan bentuk dukungan yang tepat bagi sekolah swasta.
Termasuk di dalamnya pengelolaan hibah pendidikan yang terukur dan transparan agar dukungan anggaran dapat memberikan manfaat yang optimal.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Gresik periode 2026–2031, Dr. KH. Sururi, M.M., mengatakan pihaknya siap menjalankan amanah tersebut dengan membuka ruang komunikasi seluas-luasnya dengan pemerintah, sekolah, guru, orang tua, maupun masyarakat.
“Keberagaman ini menjadi modal bagi kami untuk menampung aspirasi dan mencari solusi pendidikan,” kata Sururi.
Sebanyak 11 anggota Dewan Pendidikan berasal dari berbagai unsur, yakni organisasi kemasyarakatan, lembaga pendidikan, perguruan tinggi, PGRI, pengawas sekolah, dunia usaha dan dunia industri, serta tokoh perempuan.
Sururi mengatakan keberagaman tersebut akan menjadi kekuatan Dewan Pendidikan dalam menjalankan fungsi kemitraan dengan pemerintah daerah dan Dinas Pendidikan.
Ia juga mendorong agar komunikasi terkait pendidikan tidak selalu berlangsung dalam forum formal. Ruang dialog yang lebih cair, menurutnya, dapat menjadi cara untuk menemukan berbagai gagasan baru.
“Tidak harus selalu dalam forum formal. Kami membuka ruang untuk berdiskusi bersama. Mudah-mudahan dari komunikasi seperti itu muncul gagasan untuk kemajuan pendidikan Gresik,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik Dr. H. S. Hariyanto, S.Pd., MM menyoroti pentingnya penguatan pendidikan karakter sebagai salah satu isu strategis pendidikan. Perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup menghadirkan tantangan baru bagi anak-anak yang perlu direspons melalui pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik.
Penguatan karakter, menurutnya, perlu berjalan bersama dengan peningkatan kompetensi siswa. “Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga tempat anak membangun kemampuan sosial, kedisiplinan, dan kesiapan menghadapi perubahan zaman,” tegasnya. (Telisik Hati)















