SURABAYA, BN News — Menyiapkan lulusan yang siap menghadapi dunia kerja menjadi salah satu fokus SMK Negeri 6 Surabaya dalam mengembangkan pendidikan vokasi. Melalui kerja sama dengan Hotel Waringin, SMK Negeri 6 Surabaya menyelenggarakan Program Kelas Industri yang dirancang untuk mendekatkan pembelajaran di sekolah dengan kebutuhan nyata industri perhotelan.
Salah satu tahapan penting dalam program tersebut adalah kegiatan Guru Tamu, yang dilaksanakan pada Selasa, 22 September 2026, di ruang pertemuan lantai 2 SMK Negeri 6 Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan praktisi industri untuk memberikan pembelajaran langsung mengenai standar kompetensi, etika, serta budaya kerja yang diterapkan di dunia perhotelan.
Program Guru Tamu menjadi sarana bagi peserta didik untuk menghubungkan teori yang diperoleh di sekolah dengan praktik profesional di industri. Melalui pembelajaran ini, murid diharapkan tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi juga memiliki sikap kerja, kedisiplinan, dan tanggung jawab yang sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

Dalam sambutannya, Nono Tri Hariyanto, S.Pd., M.Pd., selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum dan Pengajaran, menegaskan bahwa kelas industri harus memiliki ciri khas yang membedakannya dari kelas reguler, baik dari segi performa maupun kompetensi peserta didik.
Menurutnya, murid kelas industri harus mampu menunjukkan disiplin kerja, tanggung jawab yang tinggi, serta profesionalisme dalam setiap aktivitas. Mereka juga diharapkan menjadi role model atau teladan bagi teman-temannya di lingkungan sekolah.
“Kelas industri diharapkan memiliki ciri khas, baik dari segi performa maupun kompetensi. Murid-muridnya harus mempunyai disiplin kerja dan tanggung jawab yang tinggi serta benar-benar bekerja secara profesional. Mereka juga diharapkan menjadi contoh bagi teman-teman lainnya,” ungkap Nono.
Lebih lanjut, ia berharap kelas industri dapat menerapkan sistem manajerial yang menyerupai struktur organisasi perusahaan. Di dalamnya terdapat pembagian peran dan tanggung jawab, seperti manajer, personalia, kepala bagian, dan posisi lainnya.
Dengan sistem tersebut, peserta didik dapat belajar memahami struktur organisasi, mengenali tugas masing-masing, membangun koordinasi, serta menjalankan tanggung jawab layaknya karyawan di sebuah perusahaan. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting bagi murid ketika kelak memasuki dunia kerja.
Pada sesi pembelajaran, Tasdik Billah, perwakilan Hotel Luminor Surabaya, menyampaikan materi mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di industri perhotelan. Materi ini memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang pentingnya keselamatan kerja dan prosedur penanganan kondisi darurat di lingkungan hotel.
Salah satu materi yang dibahas adalah penanganan awal terhadap orang yang pingsan. Peserta didik diberikan pemahaman bahwa korban tidak boleh sembarangan dipindahkan, terutama apabila terdapat dugaan cedera. Pemindahan hanya dilakukan apabila lokasi membahayakan keselamatan korban atau penolong, dengan tetap memperhatikan prosedur yang aman.
Selain itu, peserta didik juga dikenalkan pada pentingnya memastikan kondisi korban, menjaga keselamatan diri dan lingkungan, serta meminta bantuan medis apabila diperlukan. Pembekalan ini menjadi bagian penting dalam membangun kesiapsiagaan murid ketika menghadapi situasi darurat di lingkungan kerja perhotelan.
Sementara itu, Dewi Masitha Kusfianti, S.Pd, Gr., Ketua Konsentrasi Keahlian Perhotelan, menyampaikan bahwa kegiatan Guru Tamu diharapkan mampu memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada peserta didik mengenai berbagai standar pelayanan dan keselamatan kerja di industri perhotelan.
Materi yang diberikan mencakup standar grooming, etika komunikasi melalui telepon, tata cara menyapa tamu, serta penerapan K3. Kompetensi tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk tenaga kerja perhotelan yang profesional, komunikatif, berpenampilan sesuai standar, dan mampu memberikan pelayanan berkualitas kepada tamu.
Dewi menambahkan, pembekalan Guru Tamu akan berlanjut pada sesi berikutnya, yakni Room Division serta Food & Beverage, yang dijadwalkan pada minggu pertama Februari mendatang. Rangkaian pembelajaran ini dirancang untuk memperluas wawasan sekaligus memperkuat keterampilan peserta didik pada berbagai bidang pekerjaan di industri perhotelan.
Program Guru Tamu menjadi fondasi awal sebelum peserta didik mengikuti tahapan pembelajaran industri berikutnya. Rangkaian tersebut meliputi Penempatan Departemen, Pra-Magang selama satu bulan, Project Akhir, hingga Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama enam bulan di Hotel Waringin.
Melalui tahapan yang terstruktur tersebut, peserta didik diharapkan memperoleh pengalaman belajar yang semakin dekat dengan lingkungan kerja sesungguhnya. Mereka tidak hanya belajar memahami standar industri, tetapi juga berlatih menerapkannya secara langsung melalui penugasan, praktik, dan pengalaman kerja.
Sinergi antara SMK Negeri 6 Surabaya dan industri perhotelan melalui Program Kelas Industri ini menjadi langkah nyata dalam memperkuat relevansi pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja. Dengan kompetensi yang terasah, budaya kerja yang tertanam, dan pengalaman industri yang memadai, murid kelas industri diharapkan mampu tumbuh menjadi lulusan yang profesional, kompetitif, dan siap menghadapi tantangan industri perhotelan. (*)















