GRESIK, BN News ā š Suasana haru dan kegembiraan menyelimuti Pondok Pesantren Modern Al-Miftah, ketika ribuan pecinta Kanjeng Nabi Muhammad SAW dari berbagai penjuru wilayah berkumpul dalam acara Maulid Akbar 2026. Acara yang digelar dalam rangka memperingati kelahiran Baginda Rasulullah SAW ini menjadi momen spiritual yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat, Kamis (17/9/2026) malam.
Sungguh, malam yang penuh berkah ini, segenap penjuru Pondok Pesantren Modern Al-Miftah bergetar syahdu. Ribuan jamaah dari berbagai penjuru ā tua-muda, pejabat-masyarakat biasa, santri dan ulama ā berdatangan, bukan untuk hal duniawi, melainkan untuk satu tujuan agung: menghidupkan cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Acara Maulid Akbar Bersholawat 2026 yang digelar oleh Ponpes Al-Miftah berubah menjadi lautan manusia yang memancarkan cahaya kerinduan kepada Baginda Rasulullah ļ·ŗ.
KH. Muhammad Zainuri Makruf, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Modern Al-Miftah sekaligus tuan rumah, membuka acara dengan sambutan yang hangat dan menyejukkan hati. Beliau menyampaikan bahwa peringatan maulid bukan sekadar tradisi, melainkan momen untuk memperbarui janji cinta dan ketaatan kepada Rasulullah ļ·ŗ.

“Hadirin yang dirahmati Allah⦠Kita berkumpul di sini bukan sekadar merayakan kelahiran seorang manusia biasa. Kita berkumpul karena kerinduan kepada sosok yang paling dicintai Allah SWT ā Kanjeng Nabi Muhammad ļ·ŗ. Cinta itu tidak cukup hanya diucapkan dengan lisan. Cinta itu harus dibuktikan dengan meneladani akhlaknya,” ujar Gus Zen sapaan akrabnya.
“Bagaimana Beliau memperlakukan orang lain, bagaimana kesabarannya, bagaimana kasih sayangnya kepada anak-anak, kaum lemah, bahkan kepada mereka yang menyakiti Beliau. Itulah akhlak yang harus kita tanam dalam diri kita masing-masing.” ujar KH. Muhammad Zainuri Makruf dengan suara yang lembut namun menggetarkan hati ribuan jamaah.
Beliau juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh jamaah yang telah hadir, karena kehadiran mereka adalah bukti bahwa cinta kepada Rasulullah masih tumbuh subur di bumi ini.

Acara semakin bersinar dengan kehadiran dua tokoh yang sangat dinanti-nantikan oleh seluruh jamaah: Habib Haidar Al Haddad dan Ki Gandrung Kalijogo. Keduanya hadir untuk berbagi keutamaan dan keindahan akhlak Baginda Rasulullah ļ·ŗ.
Puncak acara berubah menjadi lautan kerinduan ketika seluruh jamaah berkumpul dalam pembacaan sholawat bersama. Suara ribuan orang yang bersholawat menyatu menjadi satu irama yang sangat syahdu, menggetarkan jiwa siapa saja yang mendengarnya. Banyak jamaah yang tak kuasa menahan tangis ā tangis kerinduan, tangis syukur, dan tangis harap agar kelak bisa berjumpa dengan Baginda Rasulullah ļ·ŗ di surga-Nya Allah.

Para santri Ponpes Al-Miftah tampil dengan penuh khidmat, menjadi pelita acara ini dengan kesopanan dan keramahan yang luar biasa. Mereka menyambut setiap tamu dengan senyum tulus, menunjukkan bahwa di sinilah akhlak Nabi diajarkan dan dihidupkan setiap hari.
Di akhir acara, KH. Muhammad Zainuri Makruf yang juga Petinggi PCNU dan MUI Gresik ini menutup dengan doa yang menyentuh hati, memohon agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kasih sayang-Nya, serta menjadikan kita semua orang-orang yang dicintai Rasulullah ļ·ŗ dan mendapatkan syafaatnya di hari akhir nanti.

“Semoga pertemuan malam ini bukan yang terakhir. Semoga cinta kita kepada Nabi semakin tumbuh, akhlak kita semakin terpuji, dan persaudaraan sesama umat Islam semakin kokoh. Mari kita pulang membawa pesan damai ini ke rumah masing-masing, ke keluarga, ke tetangga. Sebarkan kasih sayang Nabi di mana pun kita berada.” pungkas beliau.
Acara pun berakhir dengan kedamaian yang luar biasa, meninggalkan kesan mendalam di hati setiap jamaah yang hadir ā sebuah malam yang tak akan terlupakan, di mana ribuan hati bersatu dalam satu cinta: Cinta kepada Kanjeng Nabi Muhammad ļ·ŗ. š¤²š¤















