GRESIK, BN News — Bantuan bukan sekadar soal memberi modal, melainkan soal menjamin keberlanjutan hidup. Prinsip inilah yang diusung dalam penyaluran program Pemberdayaan Ekonomi Umat (PEU) yang digelar di KUA Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, di mana dana zakat senilai Rp35 juta resmi diserahkan kepada sepuluh pelaku UMKM (Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah) yang membutuhkan.

Penyaluran ini merupakan hasil sinergi antara Baznas Kabupaten Gresik bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, yang difasilitasi langsung oleh KUA Sidayu. Bantuan yang diberikan berupa lima unit rombong jualan serta modal kerja tunai, seluruhnya diserahkan kepada warga yang telah lolos melalui proses verifikasi ketat.
KUA Sidayu sendiri menjadi satu-satunya KUA di Kabupaten Gresik yang terpilih sebagai titik penyaluran program ini, berkat kesiapan tata kelola dan sistem pendampingan yang dinilai memenuhi standar.
Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Ali Faiq, sangat mengapresiasi sinergi yang terjalin. Ia menilai langkah ini adalah wujud nyata pengentasan kemiskinan berbasis zakat yang tidak hanya memberi ikan, melainkan mengajarkan cara memancing agar masyarakat bisa mandiri.
Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Gresik H Muhammad Mujib, M.Pd.I menegaskan bahwa program ini tidak berhenti pada momen penyerahan bantuan. Para penerima manfaat akan terus didampingi dan dievaluasi secara berkala agar usaha yang dibangun benar-benar tumbuh, berkembang, dan mampu meningkatkan taraf hidup keluarga mereka.
“Kami tidak sekadar menyerahkan bantuan, namun ada pendampingan berkelanjutan agar dana zakat yang dipercayakan umat benar-benar menjadi instrumen transformasi ekonomi, bukan sekadar bantuan sesaat,” tegas Ketua Baznas Gresik.

Di tempat yang sama, Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Gresik, Hj. Nelly Afroh, S.Sos., M.Pd.I. menyampaikan bahwa pemberdayaan ekonomi umat bukan sekadar penyaluran bantuan, melainkan upaya menciptakan kemandirian ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok mustahik agar mampu bertransformasi menjadi muzakki.
“Zakat dan wakaf bukan sekadar amal, melainkan instrumen kekuatan ekonomi umat yang luar biasa. Dana yang terkumpul harus dikelola secara profesional, transparan, dan disalurkan pada program-program yang berdampak jangka panjang, bukan hanya konsumtif sesaat,” tandas Hj. Nelly Afroh dalam kegiatan tersebut.
Kepala KUA Sidayu, Masmuk, turut menyampaikan apresiasi mendalam atas keberlanjutan program yang dirintis bersama seluruh pihak terkait. Ia berharap, melalui komitmen bersama ini, Kemenag dan Baznas Gresik dapat membuktikan bahwa dana zakat mampu menjadi alat perubahan ekonomi yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat Kecamatan Sidayu. (*)
















