BN News – Kementerian Agama Republik Indonesia menggelar acara Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas dengan tema “Satu Kesetaraan, Sejuta Harapan, Meraih Keberkahan” yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia pada Jumat (4/7/2025) secara daring melalui zoom. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Menteri Agama, Romo Imam Syafii. Acara ini bertujuan untuk memberikan perhatian dan kebahagiaan kepada anak-anak yatim di berbagai daerah, sebagai wujud kepedulian dan solidaritas sosial.
Di Jawa Timur, acara ini dikoordinasikan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur melalui Bidang Penerangan Agama Islam yang dihadiri para pejabat administrator dan perwakilan Lembaga Amil Zakat. Sekitar 110 anak yatim dan disabilitas mengikuti kegiatan ini secara langsung. Sementara secara provinsi, ada sekitar 115.862 yang diberikan di 38 kabupaten/kota.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Akhmas Sruji Bahtiar menyampaikan harapannya dalam sambutannya di acara tersebut.
“Lebaran Yatim ini adalah momentum bagi kita semua untuk saling berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak yatim yang membutuhkan dukungan kita. Semoga dengan kegiatan ini, kita dapat memberikan kebahagiaan dan keberkahan kepada mereka,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kakanwil menjelaskan siapa saja yang bertanggung jawab kepada anak yatim.
Yang pertama adalah keluarga seperti kakek nenek, paman bibi dan kerabat lainnya. Mereka bertugas memberikan kasih sayang dengan menjaga, merawat, dan melindungi para anak yatim dan disabilitas.
Kedua adalah masyarakat yang di tengah-tengah anak yatim memiliki tanggung jawab memenuhi kebutuhan. Masyarakat memberikan dukungan dan bantuan baik secara moril dan finansial.
Ketiga adalah Pemerintah melalui Kementerian maupun lembaga negara. Pemerintah tidak hanya memiliki tangung jawab secara moral tetapi juga mendidik dan mencukupi keberlangsungan hidupnya.
“Anak yatim masuk lembaga pendidikan dicukupi Pemerintah. Pemerintah memastikan anak anak yatim mendapat perhatian sebagaimana anak-anak tidak yatim,” tutur Bahtiar.
Keempat adalah Lembaga sosial. Bantuan Lembaga sosial dapat melalui cara menyediakan tempat tinggal bagi anak yatim yang tidak punya tempat tinggal
Acara ini melibatkan ribuan anak yatim yang tersebar di berbagai daerah, dengan kegiatan utama berupa pemberian santunan dan bingkisan.
Selain itu, berbagai pihak turut berpartisipasi dalam memberikan bantuan, baik dari kalangan pemerintah, swasta, maupun masyarakat umum. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















