Penulis📚 Kemenag Gresik/Telisik Hati
BN News.com – Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakan Kemenag) Kabupaten Gresik, Dra. H. Moh. Ersat, M.HI menghadiri kegiatan Pelatihan Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB) Kelompok Kerja Guru Raudhatul Athfal (KKGRA) 02.

Melalui kegiatan yang digelar di ruang Auditorium Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Gresik, Kakankemenag Gresik menyampaikan bahwa di seluruh satuan pendidikan di Gresik harus sudah ramah anak.
“Saya minta pada seluruh satuan pendidikan, baik RA sampai Madrasah Aliyah, baik negeri atau swasta di Kabupaten Gresik ini, wajib hukumnya melaksanakan Madrasah ramah anak. Jangan ada lagi kekerasan apapun di Madrasah, baik kekerasan fisik maupun kekerasan verbal,” tegasnya.

Kepala Kemenag Gresik tersebut juga menyampaikan bahwa model pendidikan era kontemporer kini berbeda dengan zaman dahulu. Jika tempo dulu pendisiplinan dengan metode represif, era saat ini justru mengedepankan dengan hati tanpa ada kekerasan. Oleh karena itu, Moh. Ersat menekankan untuk tidak menyamakan pendidikan zaman dulu dengan era kekinian. Kekerasan sudah tidak lagi relevan dengan pendidikan hari ini.
Sedangkan terkait moderasi beragama, Kepala Kemenag Gresik menerangkan bahwa masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang beragam. Oleh karena itu, di tengah keberagaman tersebut perlu hadirnya toleransi di antara masyarakat.
“Kita itu beragam, maka toleransi dalam keberagaman itu penting,” terang Kepala Kemenag kelahiran Sampang tersebut.
Kegiatan yang dihadiri juga oleh Ketua KKGRA 01, Wiwik Endang Suprapti ini diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari 24 peserta dari MGMP PAI dan 16 peserta dari KKGRA. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)















