Penulis📰✍️ Kemenag Jatim/Telisik Hati
BN News – Dalam rangka menentukan 1 Syawal 1446 H, Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur menggelar rukyatul hilal di 28 titik lokasi se-Jawa Timur, Sabtu (29/3) petang.
Kakanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bahtiar menjelaskan rukyatul hilal tersebut dilaksanakan oleh Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur dan Kemenag Kabupaten/Kota, bekerjasama dengan Pengadilan Agama dan Ormas Islam serta instansi lain di Jawa Timur saat maghrib tadi di beberapa titik lokasi yakni,
· Pantai Sunan Drajat / Tanjung Kodok Paciran Lamongan;
· Bukit Banyu Urip. Desa Banyu Urip, Senori, Kabupaten Tuban;
· Ponpes Al Islah, Kabupaten Ponorogo;
· Gedung Pemkab Malang, Kepanjen, Kabupaten Malang;
· Pantai Srau Pacitan;
· Bukit Banjarsari, Kecamatan. Wonotirto, Kabupaten Blitar;
· Rumah Sakit Islam Siti Hajar, Kabupaten Sidoarjo;
· Masjid Al Hikmah, Puger, Kabupaten Jember;
· Pelabuhan Kalbut, Tanjung Pecinan, Mangaran, Kabupaten Situbondo;
· Pantai Ambat Tlanakan Pamekasan;
· Bukit Condrodipo, Kabupaten Gresik;
· Pantai Gebang, Kabupaten Bangkalan;
· Bukit Wonocolo, Kabupaten Bojonegoro;
· PP. Al-Hikmah Sejati Sunan Kalijogo, Dusun Panggung, Desa Dagangan. Dagangan, Kabupaten Madiun;
· Pantai Kalisangka Kangean, Kabupaten Sumenep;
· Pantai Bawean Kabupaten Gresik;
· Bukit Gumuk Klasi Indah, Desa Kemiri. Singojuruh Kabupaten Banyuwangi;
· Pantai Taneros Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep
· Pantai Kasap Ds. Watukarung, Kec. Pringkuku Kabupaten Pacitan
· Pantai Duta, Desa Randutatah, Paiton, Kabupaten Probolinggo;
· Ponpes Bayt al-Hikmah, Patiunus Krampayang, Bugul Kidul Kota Pasuruan;
· Bukit Pelangi, Kec. Wonotirto, Kab. Blitar
· MAN 3, Kandangan Kabupaten Kediri;
· Bukit Kerek Indah Kecamatan. Ngawi, Kabupaten Ngawi;
· Lantai 9 Hotel Santika Kota Blitar;
· Bank Jombang;
· Ponpes Dalwa Pasuruan
· Masjid Agung Attaqwa Bondowoso
Bahtiar yang hadir langsung pada proses Rukyatul Hilal di Pantai Ambat Tlanakan Pamekasan menerangkan hilal tidak berhasil terlihat dari lokasi tersebut.
“Dari 28 titik lokasi di Jawa Timur, semua menyatakan hilal tidak terlihat,” jelasnya
“Hasil rukyatul hilal ini selanjutnya akan dilaporkan sebagai bahan pertimbangan Sidang Isbat Awal Syawal 1446 H malam ini, Sabtu tanggal 29 Maret 2025,” sambungnya.
Sidang isbat awal Syawal 1446 H akan dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar yang dihadiri para Duta Besar Negara Sahabat, Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Badan Informasi Geospasial (BIG), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, Pakar Falak dari Ormas-ormas Islam, Lembaga dan instansi terkait, Anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama, dan Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan Islam dan Pondok Pesantren.
Kakanwil menjelaskan, sidang isbat mempertimbangkan informasi awal berdasarkan hasil perhitungan secara astronomis (hisab) dan hasil konfirmasi lapangan melalui mekanisme pemantauan (rukyatul) hilal.
Kakanwil juga menjelaskan berdasarkan data Tim Hisab dan Rukyat Kementerian Agama mencatat ketinggian hilal pada 29 Maret 2025 di Indonesia masih berkisar antara -3,29 derajat di Merauke, Papua, hingga -1,07 derajat di Sabang.
Jika mengacu pada kriteria Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS), awal bulan hijriah ditetapkan jika hilal memiliki tinggi minimal 3 derajat dan elongasi mencapai 6,4 derajat. Berdasarkan data BMKG, pada 29 Maret 2025, tinggi hilal dan besar elongasi di seluruh Indonesia masih berada di bawah kriteria tersebut. Artinya, hilal pada hari itu belum memenuhi syarat untuk penetapan awal bulan Syawal. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















