Gresik, BN News – Bawaslu Kabupaten Gresik bersama Himpunan Mahasiswa Hukum Keluarga Islam (HKI) Universitas Qomaruddin (UQ) menggelar Sosialisasi Pengawasan Partisipatif bertema “Tantangan dan Peluang Revisi Undang-Undang Pemilu di Era Demokrasi Digital” di Kampus Universitas Qomaruddin, Sabtu (11/7/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Habibur Rohman, Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Rofa’atul Hidayah, serta Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Data Informasi Rozikin.
Mewakili Kaprodi Hukum Keluarga Islam Universitas Qomaruddin, Moh. Faishol Amin, S.H.I., M.H., menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara Bawaslu Kabupaten Gresik dan Universitas Qomaruddin dalam meningkatkan literasi demokrasi di kalangan mahasiswa.
Menurutnya, meskipun Program Studi Hukum Keluarga Islam berfokus pada bidang hukum keluarga, mahasiswa tetap perlu memahami hukum politik dan kepemiluan sebagai bekal menghadapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Melalui diskusi hukum ini, kami berharap mahasiswa memperoleh wawasan yang lebih luas mengenai demokrasi, ketatanegaraan, dan penyelenggaraan Pemilu sehingga mampu menyikapi berbagai isu publik secara kritis, bijak, dan sesuai dengan ketentuan hukum,” ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, mewakili pimpinan Bawaslu Kabupaten Gresik, Rozikin mengajak mahasiswa untuk mengambil peran aktif dalam proses demokrasi dan tidak bersikap apatis terhadap isu-isu kepemiluan.
“Mahasiswa adalah agen perubahan. Jangan hanya menjadi penonton, tetapi berpartisipasilah sesuai dengan kapasitas masing-masing, baik sebagai pengawas partisipatif, penyelenggara, peserta Pemilu, maupun melalui bentuk kontribusi lainnya untuk menjaga kualitas demokrasi,” tegasnya.
Rozikin juga berharap sinergi antara Bawaslu Kabupaten Gresik dan Universitas Qomaruddin dapat terus diperkuat melalui kegiatan edukasi dan diskusi hukum. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan literasi kepemiluan sekaligus melahirkan generasi muda yang kritis, berintegritas, dan peduli terhadap penguatan demokrasi di Indonesia. (Humas Bawaslu Gresik/Telisik Hati)
















