GRESIK, BN News – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik (Unigres) Tahun 2026 Kelompok 15 Resmi melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di Desa Betiting, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik. Kegiatan ini merupakan implementasi dari tema besar KKN Universitas Gresik Tahun 2026, yaitu “Wujudkan Gresik GEMAKARYA melalui Gerakan Desa SEMARAK (Sehat, Aman, Sejahtera, dan Kreatif) bersama UNIGRES.”
Melalui tema tersebut, mahasiswa KKN diharapkan mampu menjadi mitra pemerintah desa dalam mendorong pembangunan masyarakat melalui berbagai program inovatif yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemberdayaan ekonomi, edukasi hukum, kesehatan, serta pengembangan potensi desa.
Rangkaian kegiatan KKN diawali dengan Pembukaan dan Pembekalan Peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gresik Tahun 2026 yang diselenggarakan pada 6 Juli 2026 di Ruang Bhakti Mandala Praja, Kantor Pemerintah Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut menjadi bekal bagi seluruh mahasiswa sebelum diterjunkan ke desa masing-masing agar mampu melaksanakan pengabdian secara profesional, adaptif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Selanjutnya, pada 13 Juli 2026, Mahasiswa KKN Universitas Gresik Kelompok 15 melaksanakan Pembukaan KKN di Desa Betiting yang berlangsung di Balai Desa Betiting. Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Betiting beserta perangkat desa, Ketua RT/RW, tokoh agama, tokoh masyarakat, kader PKK, serta berbagai unsur masyarakat lainnya.
Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan diri sekaligus memaparkan program-program kerja yang akan dilaksanakan selama kurang lebih satu bulan ke depan. Kehadiran mahasiswa KKN disambut hangat oleh Pemerintah Desa Betiting yang berharap seluruh kegiatan mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung pembangunan desa.
Sebagai bentuk implementasi program kerja, pada 18 Juli 2026, Kelompok 15 menyelenggarakan kegiatan “Edukasi Perlindungan Anak Sejak Dini” di SPS PAUD Desa Betiting. Program ini menyasar orang tua peserta didik PAUD sebagai upaya meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan anak, pola pengasuhan yang positif, pencegahan kekerasan terhadap anak, serta pemenuhan hak-hak anak sejak usia dini.
Selain penyampaian materi edukatif, mahasiswa juga memberikan bingkisan berupa susu dan makanan ringan (snack) kepada anak-anak sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan dan tumbuh kembang mereka. Kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para orang tua maupun peserta didik.
Tidak hanya berfokus pada bidang pendidikan dan perlindungan anak, Kelompok 15 juga menghadirkan program pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan bertema *”Dari Chat Menjadi Cuan” dengan judul “Pelatihan WhatsApp Business untuk Meningkatkan Pemasaran UMKM Desa Betiting.”
Kegiatan ini ditujukan kepada para pelaku UMKM Desa Betiting agar mampu memanfaatkan teknologi digital sebagai media pemasaran yang lebih efektif. Peserta memperoleh pendampingan mulai dari pembuatan akun WhatsApp Business, penyusunan katalog produk, pengaturan katalog digital, balasan otomatis, hingga strategi membangun komunikasi yang profesional dengan pelanggan untuk meningkatkan daya saing usaha di era digital.
Selama masa pengabdian yang akan berlangsung hingga 7 Agustus 2026, Mahasiswa KKN Universitas Gresik Kelompok 15 masih akan melaksanakan berbagai program kerja lainnya yang selaras dengan semangat Gerakan Desa SEMARAK. Berbagai kegiatan tersebut meliputi penyuluhan hukum, optimalisasi Pos Bantuan Hukum (Posbankum), edukasi kesehatan, pemberdayaan UMKM, pendampingan masyarakat, kegiatan sosial kemasyarakatan, serta sejumlah program kolaboratif lainnya yang disusun berdasarkan kebutuhan dan potensi Desa Betiting.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa, Pemerintah Desa, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan seluruh program kerja KKN dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan serta menjadi kontribusi nyata Universitas Gresik dalam mendukung pembangunan desa.
Ketua KKN Universitas Gresik Kelompok 15 Desa Betiting, Harfinsyah Ramadlana, mengatakan bahwa pelaksanaan KKN menjadi pengalaman berharga bagi seluruh anggota kelompok dalam mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah kepada masyarakat.
“Mayoritas anggota Kelompok 15 merupakan mahasiswa yang juga berstatus sebagai pekerja. Dengan waktu pelaksanaan KKN yang relatif singkat, kami dituntut mampu membagi waktu antara pekerjaan, perkuliahan, dan pengabdian kepada masyarakat. Tentu hal tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi kami. Namun, keterbatasan waktu bukanlah alasan untuk mengurangi semangat pengabdian. Justru menjadi motivasi bagi kami untuk memanfaatkan setiap kesempatan sebaik mungkin agar seluruh program kerja dapat terlaksana secara maksimal. Kami berharap setiap kegiatan yang kami laksanakan, sekecil apa pun, mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Betiting dan menjadi bentuk kontribusi kami dalam mendukung kemajuan desa,” ujar Harfinsyah Ramadlana.
Dengan mengusung semangat “Wujudkan Gresik GEMAKARYA melalui Gerakan Desa SEMARAK (Sehat, Aman, Sejahtera, dan Kreatif) bersama UNIGRES”, Mahasiswa KKN Universitas Gresik Kelompok 15 berkomitmen menghadirkan inovasi, edukasi, dan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat Desa Betiting hingga berakhirnya masa KKN pada 7 Agustus 2026. Program-program yang dijalankan diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari proses akademik mahasiswa, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mewujudkan desa yang sehat, aman, sejahtera, kreatif, dan mandiri sesuai dengan semangat “Gerakan Desa SEMARAK”. (Telisik Hati)
















