BN News – Dalam rangka menjaga tali silaturahmi dan meningkatkan sinergitas dengan insan pers, Kantor Wilayah(Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menggelar media gathering pada Selasa (16/9) sore di Restoran Agis, Surabaya.
Hadir pada kegiatan ini, Kepala Kanwil Kemenag Jatim Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Bagian Tata Usaha Syaikhul Hadi, Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Muh. As’adul Anam serta Ketua Tim Humas Protokol Sistem Informasi Ahmad Allauddin.
Tidak kurang dari 30 jurnalis dari media cetak, elektronik, dan online turut diundang pada kegiatan yang telah menjadi agenda rutin Kanwil Kemenag Jatim ini.
Dalam paparannya, Akhmad Sruji Bahtiar mengungkapkan insan pers memiliki peran yang penting bagi suatu instansi karena dia memilili peran membentuk opini publik.
“Pers mempengaruhi pandangan masyarakat dalam proses pembentukan opini atau sudut pandangnya. Media massa dapat dikatakan merupakan senjata yang ampuh bagi pembentukan citra suatu instansi,” tuturnya.
Kakanwil menerangkan pers memiliki peran penting dalam menyampaikan program-program Kementerian Agama kepada Masyarakat. Melalui pemberitaan yang objektif dan informatif, pers menjadi jembatan antara pemerintah dan publik dalam menyampaikan berbagai informasi kebijakan, program, serta capaian yang telah diraih oleh Kementerian Agama.
“Dengan demikian, sinergi antara Kementerian Agama dan insan pers diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan partisipasi masyarakat terhadap berbagai program layanan Kementerian Agama,” ujar Bahtiar, sapaan akrab Kakanwil.
Dalam kegiatan ini juga dibahas program-program Kementerian Agama serta isu layanan keagamaan terkini antara lain Ekoteologi, Kurikulum Cinta, Pembangunan Zona Integritas, dan Penyelenggaraan Ibadah Haji 2026 yang akan dilaksanakan Kementerian Haji dan Umrah.
Kakanwil menerangkan Ekoteologi adalah gagasan progresif yang disuarakan oleh Menteri Agama Prof. Dr. KH Nasaruddin Umar. Menteri Agama menekankan pentingnya memandang alam bukan sekadar sebagai sumber daya yang dapat dieksploitasi, tetapi sebagai bagian dari ciptaan Tuhan yang harus dijaga dan dirawat. Salah satu implementasi nyata dari gagasan ini adalah program penanaman pohon yang melibatkan lembaga-lembaga keagamaan, pesantren, tokoh agama, dan masyarakat luas.
Sedangkan Kurikulum Cinta Adalah inisiatif dalam pengembangan pendidikan agama dan keagamaan yang bertujuan menanamkan nilai cinta kepada Tuhan, sesama manusia, lingkungan, dan bangsa sejak usia dini.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Jatim, Syaikhul Hadi mengungkapkan saat ini Kanwil Kemenag Jatim berkomitmen penuh untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dengan Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Muh As’adul Anam mengungkapkan terkait adanya Kementerian Haji dan Umrah yang baru dibentuk tidak mengganggu proses layanan administrasi untuk haji dan umrah yang saat ini sedang berjalan.
Jurnalis Tribun Network, Faiq Nuraini, mengungkapkan apresiasi terhadap Kanwil Kemenag Jatim atas diselenggarakannya media gathering ini.
“Kegiatan ini menjadi wujud cinta Kemenag terhadap rekan-rekan media. Kemenag tidak menunggu ada krisis terlebih dahulu, tetapi dalam suasana suka cita juga tetap menjalin silaturahmi dengan media,” tutur jurnalis senior ini.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Berbagai pertanyaan, masukan, kritik membangun, serta harapan turut disampaikan para rekan media dalam sesi diskusi interaktif bersama narasumber. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















