Gresik, BN News – Sebanyak 22 madrasah aliyah dari Kecamatan Manyar, Bungah, dan Dukun mengikuti Workshop Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta yang digelar Kelompok Kerja Madrasah Aliyah (KKMA) 01 Gresik. Acara yang berlangsung selama dua hari (16-17/9) ini dipusatkan di Madrasah Aliyah Manba’ul Ihsan Mojopurogede, dengan peserta Kepala Madrasah dan Guru Sertifikasi se-KKMA 01 Gresik.
Kepala Subbag TU Kemenag Gresik, Moh. Ali Faiq, membuka acara dan memberikan arahan. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa Kemenag Gresik terus berupaya memperlancar proses pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG).
“Kemenag Kabupaten hanya mengelola data angka. Proses pencairan sepenuhnya menjadi kewenangan pusat. Tidak ada niat untuk menghambat, baik di tingkat pusat maupun daerah,” jelasnya, menepis isu yang mungkin beredar.
Menurut Ketua Panitia, Musta’in, workshop ini murni inisiatif dan hasil swadaya dari madrasah. “Kegiatan ini sepenuhnya berasal dari iuran masing-masing madrasah. Setiap guru dikenakan biaya yang sudah disepakati bersama. . Ini menunjukkan komitmen para guru untuk terus meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme,” ungkapnya.
Materi yang disajikan dalam workshop ini mencakup topik penting dalam dunia pendidikan, yaitu:
Kebijakan dan Strategi Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Cinta pada Madrasah, disampaikan oleh Masfufah, Kepala Seksi Penmad Gresik.
Pembuatan dan Praktik Modul Ajar Pembelajaran Mendalam, dipandu oleh Mulyono Malik dan Saiful Arif.
Workshop ini diharapkan dapat membekali para guru madrasah dengan pengetahuan dan keterampilan baru untuk menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, mendalam, dan dilandasi oleh semangat kasih sayang. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















