Gresik, BN News – Di tengah semarak peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gresik menggelar acara istimewa untuk memperkuat komitmen integritas Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag Gresik. Bertempat di Aula Al Ikhlas Kemenag Gresik, Jumat (15/8/2025), acara bertajuk *Penguatan Zona Integritas bagi CPNS dan PPPK Formasi 2024* menjadi momentum penting untuk membangun birokrasi yang bersih dan melayani.
Acara ini dihadiri oleh para pejabat dan kepala madrasah negeri se-Kabupaten Gresik, termasuk perwakilan dari Pulau Bawean yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengikuti bimbingan ini. Plt. Kepala Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq, menyambut hangat kehadiran CPNS dan PPPK sebagai “nafas baru, warna baru, dan semangat baru” bagi Kemenag Gresik.
“Kehadiran mereka membawa energi positif, khususnya dalam penyelenggaraan HUT RI ke-80. Saya juga mengapresiasi teman-teman dari Bawean yang telah berkorban waktu dan tenaga untuk hadir,” ujar Faiq dengan penuh semangat.
Pembicara utama, Kepala Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Timur, Akhmad Sruji Bachtiar, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya integritas yang lahir dari hati. “Jika hati kita ikhlas menjalankan tugas di mana pun, pekerjaan akan terasa ringan dan hasilnya optimal.
Sebaliknya, ketidakbahagiaan akan memengaruhi kinerja,” tegasnya. Ia menekankan bahwa integritas bukan sekadar ilmu, tetapi cerminan hati yang bersih. “Hati yang bersih adalah tanda keimanan. Kita harus melawan hawa nafsu, menjaga ibadah, dan menghindari suudzon agar tidak memiliki ‘hati yang sakit’,” tambahnya.
Menurut data dari Kementerian Agama RI (2023), penerapan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) telah meningkatkan indeks kepuasan masyarakat terhadap pelayanan publik hingga 85% di beberapa instansi. Kemenag Gresik berkomitmen menjadikan acara ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat budaya kerja yang jujur dan profesional. Ali Faiq juga mengingatkan peserta untuk mengunggah dokumentasi ZI terbaru sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang pembinaan, tetapi juga pengingat untuk terus memperbaiki diri. “Mari kita tata hati kita, maafkan yang mencaci, dan syukuri setiap ujian, baik berupa cobaan maupun kenikmatan,” tutup Akhmad Sruji, menggugah semangat para peserta.
Kemenag Gresik mengajak seluruh ASN dan masyarakat untuk bersama-sama mendukung terciptanya birokrasi yang bersih dan melayani. Mari wujudkan Gresik sebagai teladan integritas! (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















