BN News – Di tengah hiruk-pikuk dunia pendidikan yang kian kompetitif, Kemenag Gresik melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma) mengambil langkah inspiratif melalui Pelatihan Pembelajaran Mendalam dan Kurikulum Berbasis Cinta pada 13-14 Agustus 2025. Bertempat di Sangkapura, kegiatan ini mengusung pendekatan revolusioner yang menempatkan kasih sayang, empati, dan akhlak mulia sebagai inti proses pembelajaran.
Acara dibuka dengan penuh khidmat oleh Plt Kepala Kemenag Gresik, Muhammad Ali Faiq. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa kurikulum berbasis cinta bukan sekadar konsep, melainkan cerminan akhlak Rasulullah SAW.
“Kurikulum ini mengajak kita menanamkan nilai-nilai kasih sayang dan toleransi dalam setiap langkah pendidikan, sehingga siswa tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki hati yang peduli,” ujarnya.
Pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Nur Aini dari MINU 21 dan doa pembuka oleh M. Hisyam dari MINU 05 menambah kekhidmatan suasana.
Dua narasumber utama, Masfufah dan Mabrur, memukau 120 peserta dengan paparan mendalam. Masfufah, yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pendidikan Madrasah (Pendma), menekankan pentingnya pendekatan humanis dalam pembelajaran.
“Pendma hadir untuk melancarkan proses verval S25 dan S29, tetapi tugas utama kita adalah meningkatkan kompetensi guru melalui pelatihan seperti ini, minimal dua kali setahun,” katanya.
Sementara itu, Mabrur mengajak peserta merancang strategi pembelajaran yang mendorong siswa berpikir kritis, kreatif, dan holistik.
Antusiasme peserta terlihat jelas saat sesi diskusi. Mohammad Zakariya, Ketua Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) dari MINU 21 Bululajang, dalam sambutannya menyampaikan bahwa pendekatan berbasis cinta mampu menciptakan suasana belajar yang ramah dan inklusif. “Ini bukan hanya tentang ilmu, tetapi bagaimana kita membentuk karakter siswa yang penuh kasih,” ujarnya.
Data dari Kementerian Agama RI (2024) menunjukkan bahwa pendekatan berbasis karakter meningkatkan kepuasan siswa terhadap pembelajaran hingga 78% di madrasah-madrasah percontohan. Pelatihan ini menjadi bukti komitmen Kemenag Gresik untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mulia secara akhlak. Acara ditutup dengan doa oleh Syamsul Arifin dari MINU 13, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















