Penulis📰✍️ Kemenag Jatim/Telisik Hati
Mojokerto, BN News – Transformasi digital telah merambah ke berbagai aspek, termasuk dunia pendidikan. Menghadapi tantangan dan peluang dalam transformasi digital harus dihadapi dengan bijaksana. Peluang inovasi dan efisiensi terbuka dalam transformasi digital. Untuk menghadapi tantangan dan memaksimalkan peluang transformasi digital di bidang pendidikan, diperlukan strategi komprehensif.
Demikian disampaikan oeh Akhmad Sruji Bahtiar, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur dalam pembukaan Silaturahim Provinsi (Silatprov) ke-1 Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) Madrasah Jawa Timur di Mojokerto.
Ia menekankan pentingnya peran pengawas madrasah dalam menyongsong era digitalisasi untuk meningkatkan mutu madrasah.
“Pengawas madrasah sebagai maha guru harus menjadi contoh bagi kepala madrasah dan guru di madrasah serta menjadi pengawas indirect yang mampu mengajak kepada kebaikan maka dibutuhkan mental pengawas yang kokoh, berilmu, dan berakhlaq,” ujarnya, Senin (16/12/2024).
Hadir sebagai narasumber dalam diskusi panel, Direktur GTK Madrasah, Thobib Al Asyhar, menegaskan bahwa pihaknya akan menerapkan pengawasan madrasah berbasis digital pada 2025 melalui aplikasi Madrasah Digital Supervision (MAGIS) berbasis digital.
“Program MAGIS ini masuk dalam program 100 Hari Menteri Agama Nasaruddin Umar karena sebagai program nasional yang cukup strategis untuk memudahkan pengawas dalam melakukan pendampingan di madrasah,” ungkapnya.
Turut hadir dalam diskusi Sugiyo, Kabid Pendma Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Timur dan Djoko Adi Waluyo, Praktisi Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang dengan materi diskusi berfokus pada bagaimana pengawas bisa berfikir asimetris dan menggunakan Growth Mindset dalam menyongsong perubahan dalam pendidikan.
Ruslan Tohirin sebagai Ketua Pokjawas Madrasah Provinsi Jawa Timur dalam laporan kegiatan menyampaikan bahwa Silatprov Pokjawas ke-1 ini mengambil tema “Transformasi Digital Madrasah: Tantangan dan Peluang bagi Pengawas Madrasah”.
Tema ini diambil dengan tujuan untuk mempererat hubungan antar pengawas madrasah di Jawa Timur dan meningkatkan kompetensi pengawas madrasah dalam menghadapi transformasi digital. Digelar pada 11-12 Desember 2024, SIlatprov diikuti oleh 941 pengawas madrasah se-Jawa Timur. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















