Penulis📰✍️ Sugito, S.Pd
BN News – Kebiasaan merupakan tindakan atau aktivitas yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang tanpa memerlukan pemikiran yang mendalam. Kebiasaan dapat terbentuk melalui latihan dan pengulangan yang dilakukan dalam jangka waktu yang cukup lama. Biasanya, kebiasaan dapat membentuk pola pikir dan perilaku seseorang, baik itu dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pekerjaan. (KBBI ).
Kebiasaan merupakan hal yang sering kali dilakukan secara rutin dan tanpa disadari oleh seseorang. Setiap individu memiliki kebiasaan masing-masing yang dapat berpengaruh pada cara hidup, kesehatan, dan produktivitas mereka. Kebiasaan dapat membentuk karakter seseorang, baik dalam hal positif maupun negatif.
Kebiasaan memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan efisiensi dan produktivitas, membangun disiplin diri, dan meningkatkan kualitas hidup. Membentuk kebiasaan yang baik membutuhkan waktu, ketekunan, dan konsistensi. Dengan membentuk kebiasaan yang baik. ( Rahardian Budianto ).
Sumber Daya Manusia unggul harus mempunyai delapan karakter utama bangsa yakni: religius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, serta bermanfaat. Delapan karakter utama bangsa ini dapat tercapai melalui pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari sehingga membudaya. Jika kebiasaan ini diterapkan bertahun-tahun maka akan terinternalisasi pada diri anak menjadi karakter.
Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan wujud nyata dari pemerintah dalam mengembangkan sistem pendidikan nasional yang berorientasi pada penguatan karakter bangsa. Dengan menanamkan delapan karakter utama bangsa religius, bermoral, sehat, cerdas, kreatif, kerja keras, disiplin, mandiri, dan bermanfaat.
Pembangunan sumber daya manusia berkualitas harus dimulai dari penanaman nilai-nilai luhur pada anak-anak sejak dini.
Implementasi Kebiasaan Anak Indonesia Hebat di Madrasah
Implementasi tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat didata dalam sebuah buku jurnal yang disiapkan oleh madrasah bersama dengan orang tua. Di dalam jurnal, orang tua akan mencatat setiap aspek kebiasaan yang ditetapkan oleh madrasah. Dalam beberapa kurun waktu, jurnal ini akan dibawa ke madrasah untuk diperiksa oleh guru. Dalam setiap kegiatan pembiasaaan peran orang tua dan guru untuk memeriksa dan menandatangani dan memberikan komentar dibagian keterangan sangat dibutuhkan.
Pembiasaan yang harus dilakukan oleh anak setiap hari disebut dengan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Implementasi kebiasaan anak Indonesia Hebat.
Pertama. Bangun Pagi. Bangun pagi merupakan kebiasaan bangun di pagi hari yang apabila dilakukan setiap hari akan memberikan manfaat diantaranya melatih kedisiplinan, meningkatkan kemampuan mengelola waktu, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, meningkatkan keseimbangan jiwa dan raga yang dapat berkontribusi pada kesuksesan seseorang.
Membiasakan anak usia dini untuk bangun pagi setiap hari memerlukan kesabaran dan konsistensi, mengingat bahwa pola tidur anak masih dalam tahap perkembangan. Orang tua/wali menjadi teladan yang baik dengan membiasakan diri untuk bangun pagi. Jika anak melihat orang tua bangun pagi, anak akan belajar bahwa bangun pagi adalah bagian penting dari kehidupan keluarga, sehingga anak akan meniru kebiasaan ini.
Kedua. Beribadah. Kebiasaan beribadah merupakan fondasi penting dalam membentukan karakter positif pada anak yang bermanfaat untuk mendekatkan hubungan individu dengan Tuhan, meningkatkan nilai-nilai etika, moral, spiritual, dan sosial, serta meningkatkan pemahaman tujuan hidup dan arah yang bermakna, meningkatkan kebersamaan dan solidaritas, serta peningkatan diri secara berkelanjutan. kegiatan beribadah diantaranya sholat wajib lima waktu. Membaca Al Qur’an, Puasa sunah, sedekah, sholat jumat untuk putra, Kegiatan Keputrian untuk putri.
Membiasakan anak usia dini agar beribadah membutuhkan pendekatan yang lembut, positif, dan konsisten agar tumbuh dengan rasa cinta terhadap kegiatan ibadah. Orang tua/wali menjadi teladan yang baik dalam melakukan ibadah dengan rutin, sehingga anak akan meniru dan belajar bahwa ibadah adalah bagian penting dari kehidupan keluarga
Ketiga, Berolahraga. Kebiasaan berolahraga merupakan bagian penting dari gaya hidup sehat yang bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik dan mendukung kesehatan mental, menjaga kebugaran tubuh, meningkatkan potensi diri, dan meningkatkan nilai sportivitas.
Orang tua/wali dapat membiasakan anak usia dini untuk berolahraga dengan cara yang menyenangkan dan melibatkan aktivitas fisik yang sesuai dengan usia anak. Orang tua/wali menjadi teladan yang baik dalam berolahraga secara rutin sehingga anak akan terdorong untuk mengikuti dan memahami bahwa olahraga adalah bagian penting dalam menjaga kesehatan.
Keempat. Makanan sehar bergizi. Kebiasaan makan sehat dan bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menjaga kesehatan fisik sebagai investasi jangka panjang, memaksimalkan potensi tubuh dan pikiran, menjaga tubuh tetap sehat sebagai tanggung jawab individu, serta meningkatkan kemandirian.
Kebiasaan makan sehat bergizi berkaitan dengan prinsip dan nilai tentang pentingnya memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh untuk mendukung kehidupan yang sehat, seimbang, dan bermakna. Gizi tidak hanya soal asupan makanan, tetapi juga tentang kesadaran terhadap apa yang kita makan, bagaimana makanan tersebut memengaruhi tubuh kita, serta dampaknya terhadap lingkungan dan komunitas.
Kelima, Gemar Membaca. Kebiasaan gemar belajar adalah kebiasaan yang sangat penting dalam perkembangan pribadi dan akademis. Kebiasaan ini bermanfaat untuk mengembangkan diri, menumbuhkan kreativitas dan imajinasi, menemukan kebenaran dan pengetahuan, serta membentuk kerendahan hati dan rasa empati.
Gemar belajar adalah kebiasaan atau sikap seseorang yang memiliki rasa senang, bersemangat, dan keinginan kuat untuk terus menambah pengetahuan, keterampilan, atau wawasan baru, baik secara formal maupun informal. Untuk menumbuhkan minat belajar pada anak. Orang tua/wali menjadi teladan yang baik dalam kebiasaan belajar yang dapat diamati dan ditiru anak, misalnya membaca koran, buku, dan lain sebagainya.
Keenam, Bermasyarakat. Kebiasaan bermasyarakat adalah perilaku terlibat dalam kegiatan sosial, budaya, atau lingkungan di komunitas tempat tinggal seseorang. Kebiasaan ini bermanfaat untuk menumbuhkembangkan nilai gotong royong, kerja sama, saling menghormati, toleransi, keadilan, dan kesetaraan, serta meningkatkan tanggung jawab terhadap lingkungan, dan rasa sekaligus menciptakan kegembiraan.
Orang tua/wali perlu membiasakan anaknya belajar bersosialisasi dan hidup bermasyarakat sejak usia dini sehingga tumbuh menjadi individu yang mampu berinteraksi dan bekerja sama dengan orang lain. Kegiatan bermasyarakat bagi siswa diantaranya: kerja bakti, bakti sosial, menjenguk tetangga, menolong teman, mengikuti organisasi, belajar kesenian tradisional, taat aturan, dan yang lainnya.
Ketujuh. Tidur cepat. Tidur cepat merupakan kebiasaan tidur tepat waktu di malam hari pada waktunya sesuai usia anak agar dapat bangun pagi. Kebiasaan tidur cepat ini dipengaruhi waktu ideal yang dibutuhkan anak. Kebiasaan ini penting dilakukan untuk menjaga organ tubuh pulih dan berfungsi optimal, memulihkan mental dan emosional, menjaga keseimbangan antara aktivitas dan ketenangan, sehingga memotivasi untuk berkarya lebih produktif.
Dengan membiasakan 7 kebiasaan ini sejak dini, diharapkan anak-anak Indonesia tumbuh menjadi individu yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing global. Kebiasaan yang terbentuk tidak hanya memberikan manfaat bagi diri mereka sendiri, tetapi juga untuk kemajuan bangsa secara keseluruhan.
Orang tua/wali dan pendidik menjadi teladan
Orang tua/wali, pendidik, dan satuan pendidikan mempunyai peran penting dalam membimbing anak usia dini agar dapat menerapkan tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Namun, pada saat proses bimbingan yang dilakukan harus menggunakan metode atau cara yang penuh kesadaran (mindfulness), bermakna (meaningful), dan menggembirakan (joyful).
Peran penting para pemangku kepentingan dalam mendukung program kebiasaan anak Indonesia hebat. Dengan menghidupkan kembali nilai-nilai tradisional Indonesia yang positif, seperti bermain bersama teman sebaya, mengurangi ketergantungan pada gawai, dan membangun kebiasaan bangun pagi untuk memulai hari dengan produktif. Ini adalah tanggung jawab kita Bersama keluarga, sekolah, masyarakat, dan media. Jangan lupa mengundang tokoh-tokoh agama untuk berperan aktif dalam membimbing generasi muda kita.
Orang tua/wali harus menjadi teladan dalam implementasi tujuh kebiasaan anak Indonesia hebat. Implementasi membiasakan diri untuk bangun pagi, melakukan ibadah dengan rutin, berolahraga secara rutin, berolahraga secara rutin, kebiasaan belajar, kebiasaan bermasyarakat dan contoh tidur lebih cepat.
Pendidik harus menjadi teladan dalam implementasi kebiasaan anak Indonesia hebat. Memberikan contoh datang lebih awal setiap pagi, Pendidik harus menjadi contoh yang baik dengan menunjukkan kebiasaan beribadah, berperan aktif dalam kegiatan olahraga, memberikan contoh langsung makan makanan sehat dan bergizi, menjadi teladan yang baik dengan memberi contoh langsung yang dilakukan dalam pembelajaran di kelas, mengajarkan peserta didik untuk saling berbagi dan tolong-menolong agar tumbuh kepedulian satu sama lain, seperti berbagi mainan atau makanan, mengajarkan pentingnya tidur cepat.
Melalui program tujuh kebiasaan Anak Indonesia Hebat diharapkan menjadi fondasi dalam mencetak generasi yang siap menghadapi tantangan global. Dengan nilai-nilai karakter yang kuat, Anak Indonesia diharapkan mampu membawa Indonesia menjadi bangsa yang maju, sejahtera, dan berdaya saing. Dengan menanamkan tujuh kebiasaan ini, dapat membentuk anak-anak Indonesia menjadi pribadi yang cerdas secara intelektual, sosial, dan spiritual. (*)
*Penulis adalah Guru MA Raden Paku Wringinanom Gresik
















