BN News – Sebanyak 90 penyuluh agama dari seluruh Indonesia mengikuti ajang Penais Award 2025 yang diselenggarakan oleh Direktorat Penerangan Agama Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia. Mereka merupakan nominator terbaik yang sebelumnya telah bersaing di daerah masing-masing. Dari hasil seleksi tersebut, terpilih 10 nominator pada setiap kategori untuk berkompetisi di tingkat nasional. Ajang yang digelar pada 23–26 Agustus 2025 di Hotel Aston Kartika Grogol, Jakarta ini menjadi wadah bagi para nominator untuk mempresentasikan inovasi terbaik mereka.
Tahun ini terdapat sembilan kategori nominasi yang diperlombakan, yaitu:
1. Pemberdayaan Ekonomi Umat
2. Pendampingan Hukum
3. Anti Korupsi
4. Penguatan Moderasi Beragama
5. Metode Penyuluhan Baru
6. Pendampingan Kelompok Rentan
7. Kesehatan Masyarakat
8. Peningkatan Literasi Al-Qur’an
9. Pelestarian Lingkungan
Dari Jawa Timur, ada 5 penyuluh agama yang berhasil masuk nominasi dan mepresentasikan inovasi inspiratif mereka, dan dua penyuluh agama diantaranya berhasil meraih prestasi gemilang di tingkat nasional. Sofyan Hadi (Kankemenag Kabupaten Jember) berhasil meraih Juara 1 Nasional pada kategori Pendampingan Hukum melalui program “Advokasi Hukum Mewujudkan Desa Layak Anak dan Ramah Perempuan”.
Sementara itu, Arif Zamroni (Kankemenag Kabupaten Blitar) tidak hanya masuk nominasi kategori Pelestarian Lingkungan dengan program “Ploving Forest (Hutan Cinta) dengan Satu Catin Satu Pohon”, tetapi juga dianugerahi Lifetime Achievement atas dedikasinya dalam bidang Peningkatan Ekonomi Umat.
Selain dua penyuluh yang meraih prestasi tersebut, Jawa Timur juga menempatkan tiga penyuluh lainnya sebagai nominator nasional dengan inovasi yang inspiratif, yaitu:
* Mohammad Mas’ud (Kankemenag Kabupaten Lumajang) pada kategori Penguatan Moderasi Beragama dengan program “Penguatan Moderasi Beragama Berbasis Literasi dan Pertanian Lintas Iman (Studi Kasus Kaliber 99 Rowokangkung)”.
* Husnul Khotimah (Kankemenag Kabupaten Mojokerto) pada kategori Metode Penyuluhan Baru dengan inovasi media digital berbasis Android “Abthree Mojo”.
* Ahmad Hudaifah (Kankemenag Kabupaten Sumenep) pada kategori Kesehatan Masyarakat dengan program “Majelis Taklim Virtual Spheal Blessing” yang menyasar pasien rawat jalan dan karyawan rumah sakit.
Kepala Bidang Penerangan Agama Islam, Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kanwil Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada para nominator yang telah berjuang, khususnya kepada para pemenang yang berhasil mengharumkan nama Jawa Timur. “Melalui Penais Awards ini, kami berharap mereka mampu menjadi inspirasi bagi seluruh penyuluh agama Islam di Jawa Timur, serta mendorong semangat pengabdian, inovasi, dan kerja nyata di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ajang nasional ini tidak hanya menjadi wadah kompetisi, tetapi juga forum berbagi inspirasi dan praktik baik antarpenyuluh agama di seluruh Indonesia. Melalui karya-karya inovatif, para penyuluh diharapkan dapat terus memperkuat peran mereka sebagai agen perubahan dalam pemberdayaan umat, penguatan moderasi beragama, hingga pelestarian lingkungan. (Kemenag Jatim/Telisik Hati)
















