Gresik, BN News – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan meningkatkan kualitas sumber daya umat melalui pendalaman bacaan Al-Qur’an, Kampung Zakat Desa Petiyin Tunggal, Kecamatan Dukun, Kabupaten Gresik, menggelar pelatihan tashih fashohah (penyempurnaan bacaan) Surat Al-Fatihah ber sanad. Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 100 peserta, termasuk para imam masjid dan musala, serta guru Al-Qur’an dari Desa Petiyin Tunggal dan wilayah Kecamatan Dukun.
Pelatihan berlangsung pada Ahad, 7 September 2025, mulai pukul 08.00 WIB hingga shalat Ashar di Masjid Jamik Hadiyatul Ummah. Kegiatan ini didukung oleh Lembaga Amil Zakat Nasional (LAZNAS) Darut Tauhid Peduli (DT Peduli) bekerja sama dengan Yayasan Akademi Super Tahfidz, Pengurus Kampung Zakat Desa Petiyin Tunggal, dan Ormas Islam Nahdlatul Ulama. Nasichun Amin, sebagai koordinator Kampung Zakat di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Gresik dan Tim Project Management Unit (PMU) Zakat Wakaf Kemenag Gresik, turut hadir untuk mengawal program ini.
Narasumber utama adalah KH Moh. Dzulhilmi Al Ghozali, imam rawatib Masjid Bersejarah Sunan Ampel Surabaya. Beliau memandu pemantapan dan tashih bacaan Al-Fatihah melalui metode talaqqi (bacaan langsung) dan penjelasan mendalam tentang hukum bacaan dalam ayat-ayatnya. Para peserta tampak antusias mengikuti sesi tersebut, yang menekankan pentingnya makhrajul huruf, sifatul huruf, dan hukum tajwid agar bacaan fasih dan tidak mengubah makna.
Surat Al-Fatihah, sebagai rukun qouli dalam shalat, merupakan bacaan utama yang wajib dibaca dengan jelas, benar, dan sempurna. Bagi imam shalat dan guru Al-Qur’an, pemahaman mendalam terhadap tata cara bacaan fasih ini krusial untuk menjadi teladan bagi jamaah dan santri. Jika bacaan tidak fasih, hal itu berpotensi merubah makna dan memengaruhi kesahihan ibadah shalat, sehingga tanggung jawab imam dan guru menjadi sangat besar.
Ketua Kampung Zakat Desa Petiyin Tunggal menyampaikan ucapan terima kasih kepada DT Peduli atas fasilitasi acara yang bermanfaat ini. “Semoga kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan dikembangkan untuk kemaslahatan umat,” ujarnya. Program Kampung Zakat sendiri merupakan inisiatif Kemenag sejak 2018, yang bertujuan memberdayakan masyarakat desa miskin melalui optimalisasi dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) untuk bidang dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial kemanusiaan, sebagaimana dijelaskan dalam situs resmi Kemenag (simzat.kemenag.go.id).
Manfaat kegiatan ini sangat nyata bagi peserta: meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an yang menjadi pondasi shalat, sehingga memperkuat keimanan dan ketakwaan umat. Sebuah studi dalam Jurnal Ilmiah Al-Mu’ashirah (Vol. 1 No. 1, 2020) menekankan bahwa pemahaman mendalam terhadap Al-Fatihah, termasuk tashih bacaan, membentuk nilai-nilai pendidikan Islam yang holistik, mencakup aqidah, ibadah, dan akhlak, yang pada akhirnya mendukung pembentukan generasi umat yang lebih berkualitas dan resilien secara spiritual.
Kegiatan ini juga menunjukkan sinergi Kemenag Gresik dalam program Kampung Zakat, yang telah menjangkau ratusan desa di Indonesia untuk pemberdayaan umat. Dampak positifnya tidak hanya pada aspek keagamaan, tetapi juga sosial-ekonomi, di mana peserta kini lebih siap menjadi agen perubahan di masyarakatnya, memastikan ibadah shalat berjalan sah dan bermakna bagi seluruh jamaah. (Kemenag Gresik/Telisik Hati)
















