GRESIK, BN News – Keluarga Besar Kemenhaj (Kementerian Haji dan Umrah) Kabupaten Gresik Mengucapkan Selamat menunaikan ibadah haji Tahun 1447 H/2026 M Kepada seluruh Jamaah Haji Kabupaten Gresik (Kloter
SUB 42-49).
“Semoga diberikan kesehatan, keselamatan, dan kemudahan dalam setiap rangkaian ibadah, serta menjadi haji yang mabrur dan mabruroh. Aamiin,” ucap Kepala Kemenhaj Gresik H. Lulus, SE, MA, Sabtu (2/5/2026).
Untuk diketahui, Jamaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Gresik mulai diberangkatkan, Sabtu (2/5/2026). Pada musim haji tahun 2026/1447 H ini, JCH asal Gresik sebanyak 2.675 yang diagendakan berangkat secara bertahap. Mereka terbagi dalam delapan kelompok terbang (kloter), yakni kloter 42 hingga 49.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Gresik, Lulus, SE, MA, menyampaikan, bahwa para jamaah calon haji dijadwalkan mulai masuk Asrama Haji Sukolilo Surabaya pada 2–3 Mei 2026.
“Untuk kloter awal, yakni Kloter 42 sampai 46, akan masuk asrama haji pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebelum diberangkatkan ke Jeddah menggunakan Saudia Airlines,” ujarnya sebelum keberangkatan kloter awal, Sabtu (2/5/2026).
Dikatakan, jumlah awal JCH Gresik tercatat sebanyak 2.689 orang. Namun, hingga saat ini berkurang menjadi 2.675 orang, karena 14 calon jamaah mengundurkan diri dengan berbagai alasan, yakni meninggal dunia (4 orang), sakit (4 orang), anggota keluarga sakit (3 orang), serta alasan pekerjaan (3 orang).
Secara teknis, katanya, setiap kloter terdiri atas 376 orang dan empat petugas haji, sehingga total per kloter mencapai 380 orang. Tahun ini, terdapat 22 titik pemberangkatan jamaah di wilayah Kabupaten Gresik.
Khusus Kloter 46, lanjut Lulus, dilepas secara simbolis di Kantor Bupati Gresik pada Sabtu (2/5/2026) sore. Pemberangkatan dilakukan menggunakan sembilan armada bus menuju Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
Diketahui, JCH termuda tahun ini adalah Sekar Sapata Zahra (16), warga Desa Gedangkulut yang berangkat melalui pelimpahan porsi dari orang tuanya. Sementara jamaah tertua adalah Tuminah binti Tasmi (95), warga Desa Wates Tanjung, Kecamatan Wringinanom.
Lulus memastikan, seluruh JCH yang beragkat memenuhi syarat istithaah kesehatan sebelum pelunasan biaya haji, melalui pemeriksaan dari Dinas Kesehatan. Selain itu, jamaah diwajibkan telah menerima vaksin lengkap, meliputi meningitis, COVID-19, dan polio sesuai ketentuan Pemerintah Arab Saudi.
Ia mengimbau para jamaah agar mematuhi aturan selama berada di Tanah Suci, termasuk tidak mengambil foto atau melakukan siaran langsung di sembarang tempat yang dilarang.
“Selain itu, mengingat suhu di Arab Saudi cukup ekstrem, jamaah diharapkan selalu menggunakan alas kaki saat beraktivitas di luar ruangan untuk menghindari risiko cedera pada telapak kaki,” pungkasnya. (Telisik Hati)
















