GRESIK, BN News – Rumah tangga harmonis dan bebas dari beban sebelah pihak ternyata bukan sekadar impian, lho! Di tengah dinamika zaman modern seperti sekarang, tantangan dalam membangun keutuhan keluarga semakin kompleks. Berangkat dari keresahan itu, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Manyar mengambil langkah taktis dengan menggandeng Pengurus Tim Penggerak PKK Desa Manyarejo untuk menggelar Pembinaan Keluarga Sakinah di Gedung Serbaguna Desa Manyarejo, Gresik, pada hari Rabu (4/11/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh 30 orang kader penggerak PKK ini bukan sekadar pertemuan seremonial biasa. Para peserta digembleng langsung untuk memahami lima pilar utama ketahanan keluarga—mulai dari menghayati hakikat berpasangan (zawaj), menjaga janji kokoh (mitsaqan ghalizhan), hingga membudayakan musyawarah mufakat di rumah.
Yang paling menarik, acara ini menyoroti pentingnya pengarusutamaan gender. Sering kali, beban domestik dan sosial hanya dipikul oleh satu pihak saja. Padahal, Islam mengajarkan keadilan dan kesetaraan di mana suami dan istri adalah mitra sejajar. Hal ini sejalan dengan pandangan yang disampaikan oleh Penyuluh Agama KUA Manyar, Abd. Malik.
“Memahami gender dalam konsep keluarga sakinah berarti menempatkan relasi suami dan istri pada asas keadilan, kesetaraan, dan kerja sama yang harmonis sebagai mitra sejajar untuk mencapai ketenteraman jiwa. Dalam pandangan Islam yang berkeadilan gender, konsep sakinah, mawaddah, dan rahmah tidak akan terwujud jika salah satu pihak merasa tertindas, dibebani secara berlebihan, atau dinomorduakan karena peran gendernya,” tegas Abd. Malik.
Melalui kolaborasi strategis ini, 30 kader PKK yang hadir dipersiapkan menjadi agen perubahan di tengah masyarakat. Harapannya, ilmu yang didapat bisa ditularkan ke lingkungan sekitar, sehingga angka perselisihan rumah tangga dapat ditekan dan fondasi ketahanan sosial di Kabupaten Gresik bisa dimulai dari unit terkecil: keluarga. (*)
















