GRESIK, BN News — Upaya melahirkan generasi muda yang cerdas secara intelektual sekaligus memiliki ketahanan moral terus dipacu di Kabupaten Gresik. Langkah nyata ini ditunjukkan melalui evaluasi lapangan program School Religious Culture (SRC) yang dilaksanakan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur di UPT SMP Negeri 2 Gresik, Kamis (5/11/2026).
Penilaian ini menjadi pijakan penting dalam memastikan penguatan karakter dan nilai keagamaan terintegrasi secara utuh dalam kehidupan sekolah sehari-hari.
Agenda evaluasi ini dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Gresik Asluchul Alif, perwakilan Kanwil Kemenag Jawa Timur Syamsul Arifin, Kasi Pendidikan Agama Islam (Pais) Kemenag Gresik Akhmad Yahya, serta Kepala UPT SMPN 2 Gresik Mohammad Salim. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan komitmen kolektif antara pemerintah daerah dan Kementerian Agama dalam mengawal mutu pendidikan berbasis karakter di daerah.
Program SRC dirancang bukan sekadar sebagai agenda pembiasaan formal, melainkan sebagai ekosistem pendidikan yang menyeluruh. Melalui pendekatan ini, siswa dibiasakan menjalankan ibadah berjemaah, pembinaan akhlak mulia, penanaman kedisiplinan, penguatan literasi keagamaan, hingga penciptaan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak. Seluruh rangkaian aktivitas tersebut diarahkan untuk menanamkan nilai-nilai moderasi beragama sejak dini, sehingga para murid tumbuh menjadi pribadi yang toleran dan berwawasan luas.
Penilaian yang dilakukan oleh Kanwil Kemenag Jatim mencakup verifikasi langsung terhadap efektivitas pembiasaan ibadah, integrasi kurikulum keagamaan, hingga suasana toleransi yang tercipta antarwarga sekolah. Langkah ini diharapkan dapat melahirkan standar baku pengelolaan kegiatan keagamaan di sekolah formal yang dapat direplikasi oleh satuan pendidikan lain.
Kasi Pais Kemenag Gresik Akhmad Yahya menegaskan bahwa implementasi SRC memiliki peran vital dalam merespons tantangan zaman yang kian kompleks. Keberhasilan program ini diukur dari perubahan perilaku positif peserta didik dalam kehidupan bermasyarakat.
“Program SRC ini merupakan sarana pembentukan pondasi mental dan spritual siswa secara berkelanjutan. Kita ingin nilai-nilai keagamaan dan moderasi beragama tidak hanya berhenti sebagai materi di dalam kelas, tetapi menjelma menjadi karakter dan perilaku nyata peserta didik dalam berinteraksi sehari-hari,” ujar Akhmad Yahya di sela-sela kegiatan evaluasi.
Dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Gresik semakin memperkuat posisi UPT SMPN 2 Gresik sebagai salah satu model percontohan sekolah berbasis budaya religius di Jawa Timur. Sinergi berkelanjutan ini diharapkan mampu mencetak generasi emas yang unggul secara akademis, berakhlak mulia, serta siap menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat. (*)
















