Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Memasuki tahun 2023, Wisata Setigi (Selo-Tirto-Giri) dan Agrowisata KPI (Kebun Pak Inggih) ternyata tidak hanya sebagai tempat refresing ataupun rekreasi saja. Namun, dua wisata milik Desa Sekapuk ini kian berkembang pesat menjadi rujukan para akademisi untuk berbagai edukasi.

Seperti yang dilakukan para mahasiswa Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah Fakultas Ekonomi Bisnis Islami (FEBI) Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya (UINSA). Bersama sejumlah Dosen Pembimbing, para mahasiswa UINSA ini melakukan studi lapangan bertajuk “Pengembangan Kompetensi Social Entrepreneurship” di Setigi dan Agro KPI.

“Alhamdulillah, Kebun Pak Inggih (KPI) Agrowisata milik Desa sudah mulai jadi rujukan para akademisi untuk edukasi, sekaligus Wisata Setigi yang sudah nyata akan manfaatnya, tidak hanya memperkuat PADes akan tetapi lapangan kerja baru dan lahirnya UKM yang ada saat ini bagian dari multiefek positif tentunya,” ungkap Kades Sekapuk Abdul Halim, Kamis (19/1/2023).

Menurut Abdul Halim, Kebun Pak Inggih (KPI) Agrowisata milik Desa serta Wisata Setigi akan dijadikan edukasi, dan sekaligus UKM Dapur Mbok Inggih sebagai kajian penelitian para mahasiswa-mahasiswi jurusan Ekonomi Syariah UINSA.
“Semoga kelak ke depannya Desa Sekapuk menjadi proyek Laboratorium Sosial, sehingga bisa membawa dampak positif pada warga dan sekitarnya untuk terus bangkit memperbaiki, tidak bosan berinovasi majukan bangsa dimulai dari desa,” tandas pencetus Setigi dan KPI ini.

Kades nyentrik berjenggot panjang ini juga menandaskan, sudah seharusnya kita sebagai warga Sekapuk bersyukur atas karunia-Nya selama ini. Apalagi bicara wisata desa, kita sudah tidak mimpi lagi. Tetap berinovasi, meskipun tidak ada yang abadi.
“Jika ada warga Sekapuk cerita negatif di luar terkait Desa Sekapuk – Gresik, kami pastikan orang tersebut patut kami pertanyakan, mungkin sekedar KTP yang Sekapuk, tapi jiwa kepedulian pada desanya dan lingkungannya NOL adanya,” cetus Kades Abdul Halim (AHA) bloko sutho tanpa tedeng aling-aling.

PemDes bukan seperti ormas ataupun yayasan, PemDes memberikan layanan sejak warga lahir, kawin sampai kematian.
Jangan mudah berasumsi negatif jika Anda tidak ingin merugi dan malu sendiri nantinya, dan jangan mudah memfitnah jika tidak ingin nyesal nantinya.
Kenapa harus kita kembangkan secara pesat adanya Wisata Desa seperti Wisata Setigi dan Kebun Pak Inggih Agrowisata milik Desa…???

Sebelum kita jabarkan hal tersebut, perlu kita pahami jika pengangguran tiap tahun bertambah sesuai jumlah kelulusan masyarakat di Sekapuk, baik yang lulusan dari SMK atau S1 (sederajat), tidak semua seberuntung Anda yang memiliki modal maupun nyali untuk berwirausaha/mandiri.
Untuk itu perlu mendirikan UKM sesuai dengan berlimpah/banyaknya sumber daya alam pada suatu wilayah seperti yang ada di desa kita saat ini untuk menghasilkan potensi penjualan yang tinggi, dan Entrepreneurship suatu ilmu yang digunakan seorang entrepreneur dalam menjalankan aktivitas produksi dengan memanfaatkan tiga sumber daya utama, yakni sumber daya alam, tenaga kerja, dan modal.

Peranan wirausaha dalam pembangunan dapat menyerap tenaga kerja yang banyak dan juga perputaran uang yang besar dan cepat, serta mendukung pertumbuhan dan perkembangan barang dan jasa yang sesuai dengan kebutuhan dan keinginan manusia, semoga kita beruntung, terima kasih buat para pengunjung wisata desa.
“Dengan adanya dua wisata di desa ini, sepatutnya kita sambut dengan karya nyata. Jika Anda warga yang hebat, silakan produksi aneka kerajinan dan kembangkan Usaha Kecil Menengah (UKM), baik produk pangan ataupun non pangan yang bisa dibuat oleh-ole hpengunjung,” pungkas Kades AHA membakar semangat warganya untuk bersama-sama bangkit pulihkan ekonomi dengan memaksimalkan adanya dua wisata desa, Setigi dan KPI. (Didik Hendri Telisik Hati)
















