BUKA BERSAMA ANJAL: Mahasiswi Unmuh Gresik saat buka puasa bersama Anjal Terminal Gubernur Suryo. (Telisik Hati)
BUMINUSANTARANEWS.COM – Mencari obyek dan sasaran penelitian bagi prodi psikologi butuh waktu yang lumayan, setelah melihat perilaku anak-anak dan gogling di internet, muncullah nama anak jalanan Gubernur Suryo, ungkap salah satu mahasiswa UMG (Universitas Muhammadiyah Gresik) Auzaada Surry, Kamis sore (21/4).
“Beberapa kali kami lihat anak anak ngamen, juga ngemis, saat itu gak berani bertanya, khawatir dikira nanti kita cari-cari. Namun, setelah diskusi kelompok bersama teman yang satu jurusan, momen ini saja yang dijadikan penelitian, dan kami gogling di internet, barulah kita bertemu,” terang Auzaada.
Ada 3 mahasiswi UMG dari prodi psikologi yang akan melakukan penelitian ke anak jalanan terminal Gubernur Suryo Gresik, seperti surat pengantar yang ditandatangani Ketua Prodi Psikologi, Ima Fitri Solichah S. psi, M. A
Ketiga mahasiswi yang tercatat semester 4 di UMG, antara lain ; Auzaada Surry, Ragil Oneng Prahasdini, Sri Karya Hakirna Ramdani.
Beberapa anak jalanan yang biasa belajar di rumah baca ” Anjal Gub Suryo” ketika diajak ngobrol oleh ke 3 mahasiswi ini menjawab apa adanya, khas anak anak usia sekolah SD.
Syafi’i yang kelas 4 salah satu SD negeri, malah menjawab sambil tertawa, ” Hari ini saya puasa duhur, dan tidak masuk sekolah, karena kemarin setelah kerja, dilanjut main bola plastik sampai jam 01 dini hari, dan baru bangun jam 08 pagi, ” jawab Syafi’i.
Bagi Syafi’i lebih suka belajar di rumah baca anjal, pasalnya belajarnya lebih cepat, dan jarak rumahnya sangat dekat, untuk pulang tidak menunggu jam pulang, asal selesai belajar sudah bisa pulang.
Kordinator pembimbing anak jalanan Terminal Gub Suryo Gresik, ustadzah Iin Budiarti menyambut gembira dan terbuka bagi siapapun yang melakukan penelitian, dan sepenuhnya akan dibantu.
“Tahun kemarin juga ada mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura yang melakukan penelitian dan pendampingan, kita sangat terbuka buat kampus baik negeri maupun swasta, bahkan kalau mau untuk ikut melatih kemampuan anak jalanan biar bakatnya lebih ter arah, kita tidak menutup diri, ” jelas ustadzah Iin.
Seusai belajar, dan mencari tahu terkait anak jalanan, dilanjut dengan buka puasa bersama. (Ali/Didik Hendri Telisik Hati)















