Gresik, BN News — Pemerintah Kabupaten Gresik melalui Dinas Komunikasi dan Informatika menggelar Rapat Monitoring, Evaluasi, dan Pemutakhiran Data IOP (Intelligent Operations Platform) Tahun 2025 yang berlangsung di Ruangan Argolengis Kantor Bupati Gresik pada Senin (8/12).
Kegiatan dihadiri 27 OPD dan 10 bagian sebagai upaya memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data dan mendukung terwujudnya Nawakarsa Bupati Gresik.
Rapat dipimpin oleh Fahry Adi Yamin, yang menegaskan bahwa pembaruan data IOP merupakan kebutuhan strategis untuk memastikan sinkronisasi informasi di seluruh perangkat daerah.
“IOP menjadi instrumen penting dalam memotret capaian kinerja, memantau layanan secara realtime, serta memudahkan pimpinan dalam pengambilan keputusan,” ujarnya.
Plt. Kepala Dinas Kominfo turut memaparkan urgensi pemutakhiran data IOP Tahun 2025, termasuk penyajian agregat data yang menunjukkan total 417 data telah terinput dalam sistem. Data tersebut terdiri dari 34 indikator harian, 86 bulanan, 18 triwulanan, 34 semesteran, dan 245 tahunan. Dari jumlah tersebut, 258 indikator telah up-to-date, 123 belum diperbarui, dan 36 indikator belum dibuat.
Rapat juga menghadirkan Anggota Komisi II DPRD Kabupaten Gresik, Dimas Setio Wicaksono, dan H. Nadlir, sebagai narasumber. Dimas menekankan perbedaan antara IOP dan Data Publik (Satu Data) serta pentingnya koordinasi lintas perangkat daerah.
“IOP adalah sistem internal yang mendukung manajemen pemerintahan secara terintegrasi. Pembaruan data harus dilakukan konsisten dan tepat waktu agar analisis yang dihasilkan relevan,” tegasnya.
Sementara itu, H. Nadlir menilai IOP sebagai bentuk nyata transformasi digital Pemkab Gresik. Ia juga mendorong penguatan SOP antar-OPD untuk menjaga kualitas data.
“Seluruh data kini dapat terekam dan terpantau melalui IOP. Ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan efektivitas layanan dan mendukung peningkatan pendapatan daerah,” katanya.
Dalam rapat tersebut, Diskominfo turut memperkenalkan sejumlah fitur baru IOP, seperti Skyground Ortho, Skyground Depth (LiDAR), MetaOcean, Zona Potensi Ikan (PFZ), DTM Gresik, Carbon Monitoring, dan Advance GeoTools.
Fitur-fitur ini diharapkan memperkuat analisis spasial, pemetaan wilayah, mitigasi kebencanaan, hingga perencanaan pembangunan daerah.
Sebagai penekanan akhir, seluruh OPD diminta memastikan pembaruan data tahunan 2025 tuntas sebelum Januari 2026. Selain itu, data yang belum dibuat harus segera dipenuhi melalui pendampingan teknis oleh Diskominfo.
Pemerintah daerah menegaskan bahwa IOP telah menjadi single source of truth Pemkab Gresik dan membutuhkan komitmen bersama untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas data. (Telisik Hati)



















