Disusun Oleh: Denis Salsabillah
Pendahuluan
Perkembangan teknologi saat ini telah mengubah banyak aspek kehidupan manusia. Adanya Internet dan Media Sosial menghadirkan ruang yang bisa diakses secara bebas oleh penggunanya. Dengan begitu, media sosial tidak hanya dijadikan sebagai sarana hiburan saja, tetapi juga menjadi wadah untuk menunjukkan kemampuan, kepribadian, dan nilai diri seseorang (Afrilia, 2018).
Fenomena ini memunculkan sebuah istilah personal branding, yaitu suatu cara membangun citra atau reputasi diri. Di era digital ini personal branding menjadi salah satu hal yang perlu dilakukan dalam kehidupan pribadi dan juga dunia kerja, sebab hal itu dapat memengaruhi penilaian seseorang terhadap diri kita (Puspita, 2023).
Pengertian Personal Branding
Personal branding adalah suatu proses membangun citra atau reputasi diri, bisa dilakukan dengan menonjolkan ciri khas yang dimiliki supaya mudah dikenal oleh publik (Afrilia, 2018). Menurut buku Personal Branding for Gen Z terbitan Eureka Media Aksara, personal branding adalah usaha seseorang membangun citra yang baik dan konsisten agar dapat dikenal secara positif oleh orang lain dan juga meningkatkan kepercayaan diri (I Putu Hendika Permana, 2024).
Di zaman yang serba canggih ini, semua orang bisa mudah terhubung satu sama lain dengan adanya media sosial. Melalui media sosial, kita bisa mengakses apa saja dengan sangat mudah, maka dari itu citra diri kita di media sosial memiliki dampak besar bagi diri kita, terutama pada dunia kerja. Identitas seseorang di media sosial dapat
mempengaruhi karirnya, karena melalui personal branding yang ia buat di media sosial, orang lain dapat mengetahui nilai, keunikan serta kemampuan yang dimiliki seseorang.
Peran Personal Branding di Era Digital
Digitalisasi membawa perubahan besar bagi manusia, dari cara berkomunikasi, bekerja,
belajar, berinteraksi hingga berpikir. Dalam hal komunikasi yang awalnya terbatas oleh
ruang dan waktu kini menjadi serba mudah dan cepat tanpa batas. Media sosial seperti
Instagram, Tiktok, Youtube, Linkedin menjadi panggung utama untuk memperkenalkan
diri kepada dunia, karena di tempat inilah personal branding memainkan peran pentingnya. Melalui konten dan interaksi yang dilakukan seseorang dapat membangun
reputasi yang kuat di platform tersebut. Namun, kita juga harus bijak dalam
menggunakannya, sebab Jejak digital yang buruk dapat merusak reputasi seseorang
dalam sekejap dan sangat sulit untuk di hilangkan, maka kita harus bisa mengelola citra kita di dunia maya dengan bijak dan penuh kesadaran
Strategi Membangun Personal Branding
Membangun personal branding memerlukan konsistensi dan kesadaran diri. Berikut
tahapan yang dapat dilakukan:
1. Mengenali diri sendiri
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah mengenali potensi dan nilai diri
yang dimiliki, pikirkan hal seperti minat, keahlian atau sifat yang dimiliki dirasa
berbeda dari orang lain. Hal ini dapat menjadi sebuah ciri khas dan membuat orang lain bisa mudah untuk mengingat kita.
2. Menentukan Tujuan
Sebelum memulai membuat personal branding kita harus mengatahui terlebih
dahulu tujuannya, apakah untuk mengembangkan karier, reputasi akademik atau untuk memperluas relasi. Dengan begitu kita bisa lebih mudah untuk merancang strategi.
3. Membangun Citra Yang Konsisten Untuk membangun personal branding konsistensi sangat diperlukan, pastikan kepribadian, penampilan, gaya berbicara, semua yang diperlihatkan pada publik selalu sama di semua platform dan juga dunia nyata.
4. Pilih Platform Media Sosial Yang Strategis
Pilihlah platform yang dirasa sesuai dengan tujuanmu, contohnya jika ingin mencari pekerjaan bisa menggunakan Linkedin, Instagram dan Tiktok bisa digunakan untuk menunjukkan kreativitas dan keahlian yang dimilki melalui konten yang dibuat.
5. Buatlah Karakter Yang Menarik
Karakter merupakan sebuah fondasi penting untuk membuat personal branding. Dengan karakter yang menarik, orang lain dapat dengan mudah untuk bisa mengingat kita. Bisa ditunjukkan melalui bagaimana cara kita berbicara, berpakaian, berpikir dan lain sebagainya. Pastikanlah karakter yang kamu buat itu selalu sama dalam setiap konten yang kamu buat.
6. Konsisten
Kunci utama membangun personal branding adalah konsisten. Citra yang telah dibuat bisa mudah sekali goyah dan juga membingungkan para audiance apabila tidak konsisten. Jadi, pastikan semua yang ditunjukkan dan diperlihatkan pada publik selalu sama, baik di media sosial maupun di dunia nyata.
7. Koreksi dan Evaluasi Konten Yang Telah Dibuat
Tahapan terakhir yang perlu dilakukan adalah evaluasi. Tinjau semua konten dan postingan yang telah dibuat, pelajari juga keterampilan tambahan untuk meningkatkan kualitas konten dan tentunya untuk mengembangkan diri secara berkelanjutan. Jangan lupa untuk selalu jujur dan juga profesional dalam setiap tindakan yang dilakukan.
Kesimpulan
Personal branding menjadi kunci penting untuk membangun citra yang baik saat ini.
Selain itu, personal branding juga dapat membuka banyak peluang baru yang bisa
membuat diri kita semakin berkembang. Dengan strategi yang tepat, seseorang bisa
membuat citra diri positif yang tentunya sangat berpengaruh terhadap kehidupan pribadi dan juga karirnya. Tetapi selain memberi dampak positif hal ini juga mempunyai dampak negatif, maka kita harus bisa menggunakannya dengan bijak, apabila digunakan dengan baik dan juga konsisten, personal branding dapat menjadi modal yang sangat berharga untuk mencapai sebuah kesuksesan. (*)
Daftar Pustaka
Afrilia, A. M. (2018). Personal Branding Remaja di Era Digital.
I Putu Hendika Permana, S. d. (2024). Personal Branding For Gen Z. Eureka Media Aksara.
Puspita, D. (2023). Personal Branding: Definisi, Manfaat, Cara Membangunnya.
*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Airlangga Surabaya
















