GRESIK, BN News – Usai menuntaskan agenda di Ponpes Ihyaul Ulum Dukun, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin bersama rombongan langsung melanjutkan kunjungan kerja ke Balai Desa Watuagung Mengare, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Sabtu (8/8/2026).
Didampingi Ketua KPUG (Komunitas Pelopor Usaha Gresik) M. Ismail Fahmi dan Camat Bungah Moh. Izzul Muttaqin, Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar melihat langsung dampak nyata program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), termasuk klasterisasi produk olahan hasil laut khas Mengare berupa terasi dan kerupuk.
Mengutip dari akun Facebooknya, Cak Imin mengungkapkan:
Di Watuagung, Gresik, Ikan sudah lama jadi sumber penghidupan. Tapi selama ini hasil tangkapan lebih sering dijual mentah harganya ditentukan orang lain, nilai tambahnya dinikmati orang lain.
Ibu-ibu nasabah PNM Mekaar di Desa Watuagung kini mengolah sendiri hasil tangkapannya menjadi terasi kemasan bermerek. Dari yang dulu dijual curah, sekarang punya kotak, punya label, punya nilai.
Saya ngobrol banyak bersama mereka dan yang saya menangkap cerita yang bukan sekadar soal produk, tapi soal kepercayaan diri. Kepercayaan bahwa mereka bisa naik kelas. Inilah yang saya sebut pemberdayaan yang bekerja.
PNM tidak berhenti di pembiayaan. Ada pendampingan, ada pelatihan, ada klasterisasi. Di Gresik saja, 81 ribu lebih perempuan jadi nasabah aktif Mekar. Potensi lokal jangan berhenti jadi bahan mentah. Harus jadi produk yang punya nama. “Terima kasih, Ibu-ibu. Semoga Terasi buatan Anda hari ini, besok bisa sampai ke mana-mana,” tulis Menko PM Muhaimin Iskandar.
Ya, pemberdayaan PNM di Desa Watuagung, Gresik, dari usaha terasi perempuan hingga produk hasil laut yang mulai berkembang dan memberi manfaat bagi keluarga.
Pemberdayaan masyarakat tidak selalu dimulai dari sesuatu yang besar. Di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, perubahan justru tumbuh dari usaha-usaha sederhana yang dijalankan perempuan di rumah, dari lapak kecil hingga produk olahan hasil laut.
Hal tersebut terlihat saat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Muhaimin Iskandar mengunjungi Desa Watuagung, kawasan Pulau Mengare, Gresik.
Di tengah masyarakat yang kehidupannya lekat dengan potensi perikanan, tambak, dan hasil laut, Menko PM melihat langsung bagaimana akses pembiayaan dan pemberdayaan PNM membantu usaha ultra mikro mengembangkan usaha sekaligus memperkuat ekonomi keluarga.
Kawasan Mengare sendiri memiliki potensi ekonomi yang besar. Masyarakatnya selama ini menggantungkan kehidupan pada perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, serta berbagai produk olahan.
Di Desa Watuagung terdapat 3.048 penduduk dalam 1.022 kepala keluarga berdasarkan data 2023. Sementara secara internal, PNM mencatat sekitar 2.000 nasabah di kawasan Mengare.
Besarnya jumlah nasabah tersebut menunjukkan bahwa potensi ekonomi masyarakat ultra mikro di kawasan pesisir ini sangat besar untuk terus dikembangkan.
Bagi PNM, pembiayaan menjadi pintu masuk. Namun, pemberdayaan menjadi bagian penting untuk memastikan usaha nasabah tidak berhenti pada kemampuan mendapatkan modal, tetapi terus berkembang dan memiliki nilai tambah.
Di Mengare, potensi hasil laut masyarakat tidak hanya diarahkan untuk dijual sebagai komoditas mentah, tetapi dikembangkan menjadi produk olahan yang memiliki nilai tambah.
Pendampingan mencakup proses produksi, sertifikasi halal, legalitas usaha, branding hingga pengemasan. Pendekatan tersebut membuka peluang agar produk lokal dapat memiliki daya saing dan pasar yang lebih luas.
Dukungan terhadap pendekatan pemberdayaan tersebut juga mendapat perhatian dari Menko PM. Dalam kunjungannya, Muhaimin melihat bahwa penguatan masyarakat tidak cukup dilakukan dengan membuka akses pembiayaan, tetapi perlu dilanjutkan dengan pendampingan yang membuat usaha masyarakat semakin produktif dan memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
“Pemberdayaan harus membuat masyarakat tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga mampu berkembang dan naik kelas. Apa yang dilakukan PNM melalui pembiayaan, pendampingan, klasterisasi usaha, hingga penguatan kapasitas masyarakat merupakan bagian penting untuk memastikan potensi yang ada di desa dapat menjadi sumber kesejahteraan bagi keluarga dan masyarakat,” ujar Muhaimin.
Pendekatan tersebut menjadi semakin relevan bagi masyarakat pesisir seperti Mengare. Sebab, potensi ekonomi sebenarnya telah tersedia di sekitar masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut diolah menjadi kegiatan usaha yang berkelanjutan dan memberikan manfaat lebih besar.
Tak hanya itu, Pemberdayaan PNM juga tidak berhenti pada peningkatan ekonomi orang tua. Melalui program Ruang Pintar, PNM menghadirkan ruang belajar dan pengembangan kapasitas bagi keluarga serta anak-anak nasabah PNM Mekaar yang memiliki keterbatasan akses terhadap pembelajaran tambahan.
Mereka mendapatkan pendampingan belajar secara gratis dengan dukungan fasilitas yang memadai untuk membantu meningkatkan semangat belajar dan mengembangkan potensi.
Kehadiran Ruang Pintar menunjukkan bahwa pemberdayaan memiliki dimensi yang lebih panjang. Ketika seorang ibu diperkuat melalui usaha, manfaatnya tidak berhenti pada pendapatan keluarga hari ini.
Ada kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan akses belajar yang lebih baik, sekaligus membangun fondasi agar generasi berikutnya memiliki peluang yang lebih besar.
Inilah wajah pemberdayaan yang terlihat di Mengare. Pembiayaan memberikan kesempatan untuk memulai dan mengembangkan usaha. Pendampingan membantu nasabah memperbaiki kapasitas dan kualitas usaha.
Klasterisasi membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal. Sementara Ruang Pintar memperluas manfaat pemberdayaan hingga ke pendidikan anak-anak nasabah.
Sementara Ketua KPUG (Komunitas Pelopor Usaha Gresik) M. Ismail Fahmi yang juga Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Gresik memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Menko PM Cak Imin yang turun langsung hadir di tengah-tengah para pelaku UMKM di Desa Watuagung Mengare Bungah.
Luar biasa Cak Imin. Santun, merakyat dan begitu dekat dengan masyarakat, khususnya para pelaku UMKM. Selain meninjau program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), termasuk klasterisasi produk olahan hasil laut khas Mengare berupa terasi dan kerupuk.
“Cak Imin juga meninjau Ruang Pintar Karya Agung, berdialog langsung dengan pelaku UMKM, serta mengunjungi Kedai Dua Putri. Bersyukur bisa mengawal langsung kedatangan Pak Menko PM A Muhaimin Iskandar di Desa Watuagung Mengare. Alhamdulillah, klasterisasi olahan ikan menjadi nilai tambah yang menghasilkan cuan lebih dan Go Nasional,” tutur Fahmi yang terkenal dengan produk Temu Lawaknya ini. (Telisik Hati)















