Penulis📚 Didik Hendri Telisik Hati
BN News.com – Kepergian Abdul Ghozi, S.Pd, Kepala SDN 294 Gresik yang meninggal dalam keadaan berwudhu saat hendak menunaikan sholat Dhuhur, Senin (19/6/2023) siang, menyisakan duka yang mendalam. Seluruh anggota keluarga, sanak family, kerabat, sahabat, dan orang-orang yang menyayanginya seakan tidak percaya Ghozi meninggalkan mereka untuk selamanya.
Hari ini, Selasa (20/6/2023), Wabup Gresik Dra. Hj. Aminatun Habibah, M.Pd bersama Kadispendik, Sekdin dan sejumlah keluarga besar Dinas Pendidikan melakukan takziyah ke rumah duka di Desa Pangkah Wetan Ujungpangkah.
“Kami turut berduka. Almarhum selama ini telah mendedikasikan dirinya untuk dunia pendidikan di Kabupaten Gresik. Semoga husnul khotimah dan mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta ketabahan,” ungkap wabup.
Sementara Kadispendik S Hariyanto, S.Pd, MM yang mendampingi Wabup menyampaikan bela sungkawa sedalam-dalamnya dan mendoakan agar almarhum ditakdir meninggal dalam kondisi husnul khotimah. Saat takziyah ke rumah duka, Wabup dan Kadispendik juga memberikan santunan duka cita untuk keluarga almarhum.
“Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik ikut berbela sungkawa atas meninggalnya salah satu keluarga besar yang terbaik. Artinya, beliau orang baik, guru yang baik, kepala sekolah yang baik, dan meninggal dalam keadaan yang baik. Fainsya Allah khusnul khotimah dan akan ditempatkan oleh Allah SWT di tempat yang mulia. Segala dosanya diampuni dan amal baiknya diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan,” ucap Hariyanto.
Untuk diketahui, almarhum meninggalkan seorang istri dan 4 anak, 1 sudah menikah, 3 masih kuliah dan sekolah. “Semasa hidup, Beliau aktif di organisasi. Tidak banyak bicara, tapi kerjanya luar biasa,” kenang Kades Banyuurip Ujungpangkah Gresik.
Ghoniyul Ulum sahabat almarhum menambahkan, Beliau mantan Kepala MIM 1 Ujungpangkah, Ketua Cabang Pemuda Muhammadiyah, Ketua Kwarcab HW Ujungpangkah dan Ketua Pokdarwis Ujungpangkah. Di setiap rapat, kalau ada kebuntuan, Beliau selalu memberikan solusi dan disampaikan dengan santun, sehingga semua peserta rapat menerima masukkan dan nasihat dari Beliau.
“Rasa sosialnya begitu tinggi kepada sesama, terutama kepada guru-guru. Selalu siap nalangi dan suka mentraktir ketika kumpul dengan teman-teman,” cerita Ghoni dengan sorot mata berkaca-kaca menyimpan duka mendalam. (Didik Hendri Telisik Hati)
















